loading…
Utusan Khusus Pemimpin Negara Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membekali generasi muda Di visi besar memimpin transisi energi dunia sembari memacu Keadaan Ekonomi Negara hingga 8%. Foto/Dok
Hashim menyebut transisi energi bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan mesin penggerak Keadaan Ekonomi Negara yang ditargetkan tumbuh hingga 8% per tahun. Guna mewujudkan pemerataan energi bersih hingga Hingga pelosok, pemerintah Di menyiapkan pembangunan 70.000 kilometer jaringan transmisi pintar. Hashim menekankan bahwa langkah ini membutuhkan Aksi Penolakan nyata pendanaan hijau yang tepat sasaran.
“Indonesia siap memimpin Di menekan emisi Ke nol Ke 2060. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan penguatan swasembada energi ,” tegas Hashim.
Baca Juga: Siapkan SDM Ke Masa Transisi Energi
Tantangan Internasional yang dihadapi generasi muda rupanya tidak berhenti Ke sektor energi, tetapi juga merambah Ke disrupsi digital dan moralitas. Pejabat Tingginegara Hukum dan Hakasasi Manusia periode 2019-2024, Yasonna Laoly, yang turut hadir sebagai pembicara, mengingatkan bahwa penguasaan Ilmu Pengetahuan mutlak harus dibarengi Di karakter yang kuat.
“Tanpa integritas, potensi besar justru bisa merusak Komunitas,” ujar Yasonna mengingatkan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pemerataan Energi Bersih lewat 70 Ribu Jaringan Transmisi Pintar, Hashim Ajak Siap Hadapi Transisi Energi











