Jakarta, CNN Indonesia —
Pengadaan Produk Internasional Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik penunjang Langkah Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki Putaran Terbaru.
Andri Mulyono, komisaris vendor Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik yang terindikasi terlibat Peristiwa Pidana tersebut yaitu PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) kini ditetapkan sebagai Dugaan Pelaku.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menyampaikan penetapan Dugaan Pelaku berdasarkan dua alat bukti yang dimiliki Di penyidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan dua alat bukti yang cukup maka Regu penyidik menetapkan saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai Dugaan Pelaku Di Perkara Hukum penyidikan dugaan tindak pidana Penyalahgunaan Jabatan tata kelola MBG Ke BGN,” kata Syarief, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejagung sempat Membeberkan salah satu modus yang dilakukan Mantan bos BGN sebagai Aktor Atau Aktris utama Di Peristiwa Pidana ini yaitu Dadan Hindayana. Dadan disebut meloloskan vendor yang tidak memenuhi syarat.
Untuk diketahui, BGN telah melakukan pengadaan Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik sebanyak 21.801 unit. Dikutip laman resmi Kejaksaan Agung, nilai total pengadaan puluhan ribu Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik itu mencapai lebih Di Rp1 triliun.
Lalu uang tersebut rupanya sudah dibayarkan Hingga PT YAT (Yasa Artha Trimanunggal) yang ternyata tak memenuhi syarat sebagai vendor. Rinciannya, vendor tidak Memiliki dealer atau bengkel aktif dan terdapat markup.
Syarief melanjutkan Andri selaku komisaris dan pengendali PT YAT yang bergerak Hingga bidang pengadaan Produk Internasional dan Pengiriman, pernah melakukan pertemuan Di Lodewyk Pusung yang Di itu masih menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Tujuannya, melakukan presentasi profil perusahaan Di rangka mengerjakan proyek-proyek pengadaan Produk Internasional Hingga BGN.
Setelahnya pertemuan tersebut, Andri Merasakan informasi mengenai pengadaan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik Hingga BGN.
“Bahwa Setelahnya Itu Saudara AM secara melawan hukum Sebelum bulan Februari 2025 melakukan komunikasi aktif Di Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Untuk menindaklanjuti Ide pengadaan tersebut,” tutur Syarief.
Atas perbuatannya, Andri dijerat Pasal 603 KUHP dan 604 KUHP. Andri Di ini telah dilakukan penahanan Pada 20 hari Hingga Di Hingga Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Andri Mulyono Bos Kendaraan Bermotor Roda Dua Listrik MBG Di Sebab Itu Dugaan Pelaku











