WHO Ingatkan Tanda-Tanda Awal Yang Terkait Di Hantavirus yang Mewabah Ke Kapal MV Hondius

Jakarta

Wabah hantavirus mematikan Ke kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran Dunia Yang Terkait Di potensi penyebaran Mikroba Hingga berbagai Negeri. Organisasi Keadaan Dunia (WHO) Mengeluarkan sejumlah rekomendasi Sebagai membatasi penularan Mikroba langka tersebut.

WHO menyebut hampir 150 orang yang berada Ke atas kapal Di tiba Ke Kepulauan Canary, Spanyol, Ke 10 Mei 2026 dikategorikan sebagai kontak yang ‘berisiko tinggi’.

Direktur Kesiapsiagaan Epidemi dan Wabah Dunia WHO Maria Van Kerkhove mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal direkomendasikan menjalani karantina dan isolasi Pada enam minggu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Untuk orang yang kembali Hingga Tempattinggal, rekomendasi kami adalah pemantauan aktif dan tindak lanjut, serta pemeriksaan harian Di Tanda-Tanda Ke Tempattinggal. Atau Ke fasilitas khusus Pada masa inkubasi penuh 42 hari, Sesudah potensi paparan terakhir,” terang WHO kepada AFP Ke Senin (11/5/2026).

WHO menyebut masa isolasi dihitung mulai 10 Mei 2026. Pihaknya juga mengungkapkan Tanda-Tanda yang harus diwaspadai.



“Jika muncul Tanda-Tanda awal atau tiba-tiba Merasakan kesulitan bernapas, orang harus segera memberi tahu otoritas Keadaan dan mengisolasi diri sampai evaluasi medis dilakukan,” lanjut WHO.

Jalani Masa Karantina 42 Hari

Maria menjelaskan masa karantina 42 hari dipilih Sebab sesuai Di masa inkubasi terpanjang Andes hantavirus. Itu merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.

Sambil Itu, Kepala Divisi Epidemiologi dan Analitik Respons WHO Dr Olivier Le Polain menilai isolasi perlu dilakukan Sebelum awal Sebelumnya Tanda-Tanda muncul.

“Orang-orang berada Untuk beberapa hari pertama, Untuk beberapa Di pertama sakit,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan isolasi lebih aman dilakukan tanpa menunggu munculnya Tanda-Tanda. WHO juga meminta Negeri-Negeri memperkuat koordinasi Keadaan, pelacakan kontak, hingga pengawasan Di Peristiwa Pidana suspek.

Organisasi tersebut kini bekerja sama Di berbagai Negeri Sebagai Menyimak kemungkinan Peristiwa Pidana Terbaru.

“Semua Negeri Memperoleh informasi Lebih Jelas tentang Peristiwa Pidana apa pun yang Lagi kami pantau, orang-orang yang Mungkin Saja menjadi Peristiwa Pidana yang dicurigai,” beber Maria.

WHO menyebut kontak berisiko tinggi bisa mencakup teman sekamar, pasangan intim, petugas Keadaan tanpa alat pelindung diri, hingga individu yang kontak Di cairan tubuh pasien.

Tiap Negeri Punya Aturan Berbeda

Meski WHO Mengeluarkan rekomendasi Dunia, setiap Negeri tetap menentukan Aturan masing-masing Yang Terkait Di karantina.

Ke Amerika Serikat, pelaksana tugas Direktur Pusat Pengendalian dan Pra-Penanganan Gangguan (CDC) Jay Bhattacharya mengatakan 17 warganya yang pulang Untuk kapal tidak diwajibkan menjalani karantina.

Menurutnya, penumpang masih bisa pulang ‘tanpa membahayakan orang lain Ke perjalanan’, tergantung hasil penilaian risiko. Tetapi, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai Aturan tersebut ‘Mungkin Saja Memiliki risiko’.

Sejumlah Negeri seperti Jerman, Inggris, Swiss, dan Yunani memilih menerapkan karantina Pada 45 hari.

Sambil Australia dan Prancis menetapkan masa observasi lebih singkat, masing-masing tiga minggu dan dua minggu yang masih bisa diperpanjang.

Penanganan yang Dilakukan Sebagai Pasien

Yang Terkait Di hantavirus Andes Mikroba, WHO mengingatkan masih belum ada Imunisasi maupun Terapi khusus. Gangguan ini Justru Memiliki tingkat kematian hingga 50 persen Ke beberapa Peristiwa Pidana.

Meski begitu, WHO menyebut penanganan suportif dini dan rujukan cepat Hingga fasilitas ICU lengkap dapat Meningkatkan Kemungkinan pasien bertahan hidup.

Maka Untuk itu, WHO meminta seluruh fasilitas Keadaan menerapkan protokol ketat, mulai Untuk kebersihan tangan, pembersihan permukaan, hingga pengelolaan limbah medis.

“Sebagai pasien suspek maupun terkonfirmasi, WHO juga merekomendasikan tindakan Pra-Penanganan tambahan, terutama Di melakukan prosedur medis yang Berpotensi Sebagai menghasilkan aerosol,” tulisnya.

Halaman 2 Untuk 2

(sao/naf)



Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: WHO Ingatkan Tanda-Tanda Awal Yang Terkait Di Hantavirus yang Mewabah Ke Kapal MV Hondius

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้