Produsen Kendaraan Pribadi Minta Kongres AS Permanenkan Larangan Kendaraan Pribadi China


Jakarta, CNN Indonesia —

Alliance for Automotive Innovation atau asosiasi produsen kendaraan yang mewakili hampir seluruh pabrikan Kendaraan Pribadi Ke Amerika Serikat (AS) mendesak pembuat undang-undang Kongres AS Sebagai mengesahkan larangan permanen Di kendaraan asal China. Desakan ini disampaikan jelang kembalinya para anggota dewan Di Legislatif pekan Di Sebagai menjalani sesi singkat usai Pemilihan Umum.

Dikutip Reuters, Jumat (6/11) permintaan ini mengemuka Setelahnya para Penyandangdana bipartisan Ke Senat AS Ke September 2026 sepakat menunda percepatan pembahasan RUU larangan kendaraan China hingga November 2026, meski aturan tersebut Menyambut Pemberian luas.

Head of Alliance for Automotive Innovation, John Bozzella, Mengungkapkan langkah tegas Di Legislatif sangat dibutuhkan Sebagai melindungi pasar domestik Di ancaman penetrasi produk kendaraan asal China. Asosiasi ini menaungi raksasa Kendaraan Pribadi Internasional seperti General Motors, Toyota, hingga Mobil Volkswagen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita perlu melindungi pasar AS Di Bencana Alam Perdagangan Masuk Negeri China yang membawa risiko pengawasan Informasi dan merugikan produsen Pada ini yang telah melakukan Penanaman Modal lintas generasi Ke komunitas Amerika,” ujar Bozzella.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada ini, produsen Kendaraan Pribadi asal China Berjuang Di tarif Perdagangan Masuk Negeri sebesar 100 persen Sebagai Mobil Listrik (electric vehicle/EV). Pabrikan China juga dilarang melakukan penjualan Ke Area AS akibat kekhawatiran atas Perlindungan data serta Perlindungan nasional.

Aturan pembatasan tersebut diterapkan Sebelum era pemerintahan Ri Joe Biden, bersamaan Di aturan penolakan hak insentif Pph federal Bagi Mobil Listrik jika komponen baterai atau mineral penting berasal Di perusahaan yang terhubung Di China.

Guna menutup seluruh celah masuk kendaraan asal China, Legislatif AS Sebelumnya telah mengusulkan dua rancangan undang-undang, yaitu Connected Vehicle Security Act dan Protecting America from Chinese Cars Act.

Connected Vehicle Security Act Berorientasi Ke pengawasan Keahlian, Perlindungan siber, serta kedaulatan data. Rancangan undang-undang ini telah diloloskan Dari Asosiasi Senat Ke Juli 2026 dan kini menantikan pemungutan suara penuh Ke tingkat Senat.

Ke Pada Yang Sama, Protecting America from Chinese Cars Act Berorientasi Ke penegakan hukum perdagangan, struktur korporasi, serta celah rantai pasok. Aturan ini secara eksplisit melarang kendaraan China memasuki pasar AS Melewati Bangsa mitra perdagangan bebas seperti Meksiko atau Kanada.

Rancangan ini juga melarang penjualan kendaraan yang dirancang, diproduksi, atau didistribusikan Dari entitas yang sahamnya dimiliki sebesar 15 persen atau lebih Dari induk perusahaan China maupun entitas milik pemerintah China.

John Bozzella mengingatkan ancaman ekspansi industri Kendaraan Pribadi China telah terbukti Ke kawasan Eropa. Uni Eropa mencatat Perdagangan Masuk Negeri lebih Di 1,1 juta unit kendaraan Di China Ke delapan bulan pertama 2026, melampaui total volume Perdagangan Masuk Negeri sepanjang 2025.

“Mengingat risiko Perlindungan nasional yang nyata dan pola perilaku tidak adil Di China, Kongres harus melindungi basis Produksi canggih serta Lini Di kita, dan menghentikan pembuat Kendaraan Pribadi China melakukan Ke sini apa yang telah mereka loloskan Ke Eropa,” tegas Bozzella

Kini, para pelaku industri Kendaraan Pribadi mengkhawatirkan kecukupan waktu Bagi Kongres Sebagai mengesahkan larangan permanen tersebut Sebelumnya masa sidang Senat berakhir Ke pertengahan Desember 2026.

(hjn/mik)



Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Produsen Kendaraan Pribadi Minta Kongres AS Permanenkan Larangan Kendaraan Pribadi China

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้