Bandung –
Pemerintah Kota Bandung Akansegera mengusulkan Jalan Asia Afrika Untuk masuk sebagai kawasan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Hal tersebut disampaikan Dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan usai Hadir Untuk Perayaan Di-71 Konferensi Asia Afrika yang digelar Dari Kementerian Kebudayaan Ke Hotel Savoy Homann, Bandung.
Farhan menilai banyak cerita sejarah yang tersimpan Ke jalan tersebut, terutama Yang Berhubungan Bersama sejarah penyelenggaraan Kongres Asia Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kota Bandung, Ke tahun 2015 sudah dinyatakan sebagai memory of the world Untuk event on Konferensi Asia Afrika Ke tahun 1995. Maka 10 tahun Lalu, Ke bulan Agustus 2025 yang lalu, kami mengajukan kepada pemerintah pusat agar memulai proses Untuk mendaftarkan kawasan jalan Asia Afrika Untuk Simpang Lima sampai Ruas Otista itu sebagai kawasan warisan dunia Untuk UNESCO,” kata Farhan, Minggu (10/4/2026).
Farhan mengungkapkan, Untuk Merasakan predikat kawasan warisan dunia Untuk UNESCO, proses yang harus ditempuh sangat panjang.
“Kami harus memastikan bahwa ada kajian dan analisis yang sangat tajam dan kuat secara akademis Untuk menentukan Area Asia Afrika ini sebagai kawasan yang layak. Ditambah lagi Bersama satu gedung yaitu gedung Dwi Warna, ada satu lagi juga nanti Pak Adi Untuk Budpar Akansegera mengupdate, ini menjadi Pada-Pada Untuk kawasan warisan dunia Untuk sejarah modern Untuk UNESCO. Itu yang Lagi berjalan,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan Untuk waktu 4 tahun Di Didepan kita sudah bisa menjadi kandidat Untuk tempat yang Akansegera ditentukan Dari UNESCO,” tambahnya.
Disinggung mengenai perlakuan khusus agar Jalan Asia Afrika diakui UNESCO, Farhan menyebut harus ada banyak kegiatan yang digelar Ke kawasan tersebut.
“Ada, yaitu harus selalu bikin event. Nggak boleh sepi Ke sini. Berbagai macam event, itu sebabnya saya sangat Sejahtera sekali Pak Pejabat Tingginegara Kebudayaan, Pak Fadli Zon datang Di Bandung membuat Kegiatan khusus seperti ini. Ini luar biasa. Menyediakan nilai tambah yang sangat tinggi,” jelasnya.
Samping Itu, banyak penataan yang harus dilakukan agar kawasan Asia Afrika dijadikan kawasan warisan dunia Untuk UNESCO.
“Simpang Lima kita Akansegera tata kembali. Ada beberapa gedung milik swasta yang sekarang sudah menjadi korban Untuk vandalisme, itu kami Akansegera mencari Biaya Untuk memperbaikinya bersama Bersama didaftar ruang. Lalu kami juga Akansegera bicara Bersama beberapa pemilik gedung Ke sini yang tampaknya belum difungsikan secara optimal. Ada Jiwasraya, ada Suarha, ada Gedung Karya Nusantara,” terangnya.
Untuk waktu Didekat, Pemkot Bandung Akansegera Melakukan berbagai Kegiatan perayaan Di-71 Konferensi Asia Afrika. Rangkaian Kegiatan Akansegera dimulai Untuk 24 April sampai 12 Juli.
“Berbagai macam rangkaian Untuk rangka komemorasi (peringatan atau mengenang sejarah) Untuk Konferensi Asia Afrika. Pawai Akansegera ada itu bersama Bersama bidang kebudayaan dan Wisata Internasional itu Ke tanggal 12 Juli. Seperti Oktober kemarin,” tuturnya.
“Karena Itu memang harus selalu ada berjalan, tidak boleh berhenti. Malahan Pak Fadli Zon tadi mengusurkan agar ada, dibangun sebuah museum fotografi. Museum fotografi Ke Kota Bandung,” sambungnya.
Samping Itu, Farhan juga diminta Fadli Zon Untuk membuat Museum Fotografi.
“Saya setuju, itu keren sekali. Kita lagi minta Di salah satu pemilik gedung Untuk bekerja sama,” pungkasnya.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikJabar.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pada Jalan Asia Afrika Bandung Diusulkan Karena Itu Situs Warisan Dunia UNESCO











