Jakarta –
Matcha kini tak cuma Karena Itu minuman, tapi juga dicampur Hingga nasi lemak hingga lele goreng. Meski dikenal menyehatkan, apakah kreasi Minuman ini benar lebih sehat?
Matcha kini tak hanya populer sebagai bahan minuman dan dessert. Bubuk teh hijau asal Jepang ini mulai dikreasikan menjadi berbagai Minuman gurih, termasuk nasi lemak, burger, mie, ayam gepuk, hingga lele goreng.
Dilansir Untuk Free Malaysia Today (06/11/2026), Gaya Minuman serba matcha Lebihterus berkembang Hingga Asia Tenggara, terutama Hingga Indonesia hingga Malaysia. Warna hijau yang mencolok membuat kreasi tersebut Menarik Perhatian perhatian, terutama Hingga media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen senior Departemen Sains dan Matematika Hingga Malaysia, Adnin Afifi Nawi menilai Gaya ini sebagai bentuk eksperimen Minuman yang dipengaruhi popularitas media sosial.
|
Nasi Lemak hingga Lele Pakai Matcha, Lebih Sehat atau Cuma Viral? Foto: Site Culinary/Visual
|
“Tidak ada salahnya mencoba Minuman yang viral Lantaran warna Menarik Perhatian atau rasanya unik. Akan Tetapi, jangan langsung menganggapnya sehat hanya Lantaran mengandung matcha,” jelasnya.
Menurut Adnin, Minuman Didalam tampilan tidak biasa lebih Berpeluang Menarik Perhatian perhatian dan dibagikan Lewat TikTok maupun Instagram.
Di Di Yang Sama, pakar kronofisiologi dan krononutrisi, Dr. Norsham Juliana Nordin, menjelaskan bahwa matcha memang mengandung senyawa bermanfaat.
Kandungannya meliputi polifenol, katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG), L-theanine, dan kafein. Senyawa tersebut telah diteliti Lantaran sifat antioksidan serta potensi manfaatnya Untuk metabolisme dan Kesejajaran jantung.
Nasi Lemak hingga Lele Pakai Matcha, Lebih Sehat atau Cuma Viral? Foto: Site Culinary/Visual |
Akan Tetapi, penambahan matcha Di sebuah hidangan tidak otomatis membuat Minuman menjadi lebih sehat.
“Nilai gizi tetap ditentukan Dari keseluruhan hidangan. Jika matcha hanya ditambahkan sedikit, Sambil Itu Minuman tetap tinggi kalori, gula, lemak jenuh, atau natrium, dampak gizinya tidak berubah drastis,” jelas Juliana.
Contohnya nasi lemak matcha yang tengan Gaya Hingga Malaysia. Hidangan ini tetap mengandung santan, sambal, dan lauk gorengan. Begitu pula lele goreng berbalut bumbu matcha yang digoreng menggunakan banyak Energi.
Menurut Juliana, metode memasak seperti memanggang Didalam penggunaan Energi dan garam terkontrol lebih berpengaruh Di Standar gizi dibandingkan sekadar menambahkan matcha.
Proses pemanasan juga dapat Memangkas kandungan katekin Di matcha. Sebuah Eksperimen menemukan bahwa pemanggangan biskuit matcha menurunkan total katekin Disekitar 19%.
Hingga Di Itu, konsumsi matcha berlebihan perlu diperhatikan Lantaran kandungan kafeinnya dapat memicu sakit kepala, jantung berdebar, gelisah, hingga gangguan tidur Di orang yang sensitif.
Juliana mengingatkan bahwa minuman matcha tinggi gula tetap mengandung banyak gula, sedangkan kue matcha tetap merupakan Minuman penutup.
“Tidak ada salahnya menikmati matcha, tetapi jangan hanya makan berdasarkan penampilan. Kesejajaran tidak bisa dinilai Untuk warna atau satu bahan saja,” pungkasnya.
(sob/sob)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Nasi Lemak hingga Lele Pakai Matcha, Lebih Sehat atau Cuma Viral?












