Jakarta –
Bagi banyak orang, minum secangkir teh atau Minuman Kafein Di pagi hari sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Meski konsumsi Untuk jumlah Untuk umumnya aman Bagi orang sehat, ahli nefrologi dr Vikram Kalra mengatakan bahwa jumlah yang diminum, cara penyajian, serta Kemakmuran Kesejaganan yang mendasarinya dapat memengaruhi dampak kedua minuman tersebut Di Kesejaganan ginjal.
“Memahami hubungan Ditengah kafein, hidrasi, dan fungsi ginjal dapat membantu seseorang membuat pilihan yang tepat,” ujar dr Kalra, dikutip Untuk laman Hindustan Times.
Ahli Kemakmuran ginjal ini menjelaskan bahwa kafein Memperoleh efek diuretik ringan. Artinya, kafein dapat Memperbaiki produksi urine Bagi Sambil Itu waktu, terutama Di orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tetapi, konsumsi teh dan Minuman Kafein Untuk jumlah Untuk umumnya tetap berkontribusi Di asupan cairan harian dan tidak serta-merta menyebabkan dehidrasi. Bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat, minum teh dan Minuman Kafein Untuk jumlah Untuk kecil kemungkinannya menyebabkan kerusakan ginjal,” jelasnya.
Apakah Konsumsi Berlebihan Bisa Memperbaiki Risiko Gangguan Ginjal?
Menurut dr Kalra, risiko Kesejaganan ginjal lebih sering berkaitan Didalam konsumsi berlebihan dan kerentanan masing-masing individu. Asupan kafein Untuk jumlah besar dapat Memperbaiki tekanan darah Bagi Sambil Itu. Di Pada Yang Sama, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol Untuk jangka panjang merupakan salah satu faktor risiko utama Penyakit ginjal kronis.
“Orang yang sudah Memperoleh hipertensi atau masalah ginjal sebaiknya Menyuarakan Pendapat asupan kafein mereka Didalam tenaga Kesejaganan,” ujar dr Kalra.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko pembentukan batu ginjal. dr Kalra menjelaskan bahwa teh mengandung oksalat, yaitu senyawa alami yang dapat berkontribusi Di pembentukan batu kalsium oksalat Di orang yang rentan, terutama jika dikonsumsi Untuk jumlah besar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa risiko tersebut bergantung Di pola makan secara keseluruhan, asupan cairan, serta riwayat batu ginjal masing-masing individu.
Di Pada Yang Sama, konsumsi Minuman Kafein belum secara konsisten dikaitkan Didalam peningkatan risiko batu ginjal. Malahan, sejumlah Studi Menunjukkan bahwa konsumsi Minuman Kafein Mungkin Saja berkaitan Didalam risiko batu ginjal yang lebih rendah.
Apa Dampak Penambahan Gula dan Susu?
dr Kalra menjelaskan bahwa penambahan gula berlebihan, sirup berperisa, atau krimer manis Di Untuk teh dan Minuman Kafein dapat berkontribusi Di kenaikan berat badan serta Memperbaiki risiko diabetes tipe 2.
“Diabetes dan hipertensi merupakan penyebab penting Penyakit ginjal kronis,” ujarnya.
Orang yang Memperoleh Penyakit ginjal juga Mungkin Saja memerlukan saran pola makan yang disesuaikan, termasuk Yang Berhubungan Didalam konsumsi susu dan bahan tambahan lainnya. Penyesuaian tersebut bergantung Di kebutuhan Gizi dan hasil pemeriksaan laboratorium masing-masing individu.
Berapa Banyak Teh dan Minuman Kafein yang Dianjurkan?
Bagi sebagian besar orang dewasa yang sehat, konsumsi teh dan Minuman Kafein Untuk jumlah Untuk dinilai masih wajar Didalam dr Kalra.
Badan Pengawas Perawatan dan Minuman Amerika Serikat (FDA) menyebutkan bahwa asupan kafein hingga 400 mg per hari umumnya tidak dikaitkan Didalam efek merugikan Di sebagian besar orang dewasa. Meski demikian, toleransi setiap individu Di kafein dapat berbeda.
“Mempertahankan asupan air yang cukup, membatasi gula tambahan, serta mengelola tekanan darah dan kadar gula darah juga sama pentingnya,” jelasnya.
Didalam Sebab Itu, teh atau Minuman Kafein tidak harus dihentikan Bagi menjaga Kesejaganan ginjal.
“Kuncinya adalah moderasi, persiapan yang cermat, dan mencari saran yang dipersonalisasi jika Anda Memperoleh Penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal,” katanya.
(elk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Minum Teh dan Minuman Kafein Setiap Hari Bisa Pengaruhi Ginjal? Ahli Kemakmuran Bilang Begini











