Kok Bisa Terlihat Segar tapi Kena Serangan Jantung? Bisa Karena Itu Ini Pemicunya

Jakarta –

Tindak Kejahatan seseorang yang mendadak kena serangan jantung padahal dikenal rajin Aktivitasfisik, rutin gym, atau Berlarilah maraton belakangan sering menyita perhatian publik. Banyak yang heran, mengapa orang yang gaya hidupnya tergolong sangat sehat justru bisa roboh akibat serangan jantung Di usia relatif muda?

Pakar Kesejajaran menegaskan bahwa Kondisifisik fisik memang bisa melindungi tubuh, tetapi bukan jaminan 100 persen seseorang kebal Di serangan jantung. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi Di balik Trend Populer ini?

Mitos Kondisifisik Vs Kesejajaran Jantung

Segar secara fisik kerap diidentikkan Di tubuh lempeng, kadar lemak rendah, dan kuat Aktivitasfisik jam-jaman. Tetapi, Kesejajaran pembuluh darah (kardiovaskular) adalah hal yang berbeda.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar serangan jantung, baik Di orang yang rajin Aktivitasfisik maupun tidak, bermula Di proses yang sama. Terjadi penumpukan plak Di Di pembuluh darah arteri yang Lalu pecah (rupture).

Gumpalan darah lalu terbentuk dan menyumbat aliran darah Di jantung hanya Di hitungan menit. Bedanya, Di orang yang tampak sehat, proses penumpukan plak ini berlangsung sangat senyap (silent), tanpa memicu Tanda-Tanda mendasar Di bertahun-tahun.



Faktor Genetik dan ‘Kolesterol Tersembunyi’ Karena Itu ‘Biang Kerok’

Dikutip Di Times of India, Di 40 persen risiko serangan jantung sebenarnya dipengaruhi Dari faktor genetik atau keturunan. Gen ini secara diam-diam memengaruhi metabolisme kolesterol, tekanan darah, hingga tingkat peradangan Di tubuh.

Salah satu pemicu utama yang jarang disadari adalah Lipoprotein(a) atau Lp(a). Lp(a) merupakan varian genetik Di kolesterol jahat (LDL) yang tidak Akansegera muncul Di pemeriksaan tes kolesterol biasa.

Uniknya lagi, kadar Lp(a) sebagian besar tidak terpengaruh Dari pola makan (Pola Makan), sebersih apa pun atau Aktivitasfisik serajin apa pun. Kadarnya yang tinggi tetap bisa mempercepat pembentukan plak Di arteri, meski hasil cek laboratorium kolesterol total dan LDL terlihat normal-normal saja.

Maka Itu, para ahli kardiologi sangat menyarankan setiap orang dewasa Untuk mengecek kadar Lp(a) minimal sekali seumur hidup. Selain genetik, ada pula faktor pemicu tersembunyi lain yang kerap diabaikan, seperti:

  • Hipertensi yang tidak terdiagnosis
  • Diabetes stadium awal
  • Tekanan kronis dan Standar tidur yang buruk
  • Pola makan yang terkesan ‘bersih’ tapi tinggi gula tersembunyi (hidden sugar) dan lemak olahan

Jangan Abaikan Sinyal Tubuh

Sebab faktor risikonya tidak terlihat, mengenali Tanda-Tanda awal menjadi Kunci penting. Seseorang yang rajin gym atau Berlarilah tiap akhir pekan pun tetap harus waspada, jika merasakan beberapa tanda berikut:

  • Rasa tidak nyaman Di dada seperti ditekan, diremas, atau tertindih beban berat.
  • Nyeri dada yang menjalar Di lengan, rahang, leher, atau punggung.
  • Sesak napas tiba-tiba tanpa sebab jelas.
  • Keringat dingin dan kelelahan ekstrem yang mendadak.
  • Di wanita, lansia, atau penderita diabetes, gejalanya Justru bisa lebih samar, seperti rasa mual mirip maag atau nyeri singkat yang sering Disorot angin biasa.

Untuk yang Memiliki riwayat keluarga Di Gangguan jantung dini atau kematian mendadak akibat masalah jantung, para pakar menyarankan Untuk segera melakukan screening jantung lengkap, beserta tes Lp(a) tanpa harus menunggu Tanda-Tanda muncul.

Saksikan Live DetikSore:

Halaman 2 Di 2

Simak Video “Video Mitos-Fakta: Jantung Bocor, Penyebab Hingga Gejalanya“
(sao/kna)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kok Bisa Terlihat Segar tapi Kena Serangan Jantung? Bisa Karena Itu Ini Pemicunya

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้