Wisata  

Memalukan! Bos Travel Hingga Labuan Bajo Tipu Turis Rp 85 Juta buat Main Judol

Manggarai Barat

Bos travel agent Hingga Labuan Bajo melakukan Mengelabui Orang Lain Hingga turis Foreign Di nominal Rp 85,2 juta. Uang itu ternyata digunakan buat main judi online (judol).

Bos travel Labuan Bajo Top itu sudah ditetapkan menjadi Dugaan Pelaku Dari polisi. Dia bernama Kristoforus Aman alias Itok Aman (32) asal Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, NTT.

Dia kini ditahan Hingga sel Konsisten Polres Manggarai Barat Dari 9 Mei 2026. Itok Aman menggunakan uang hasil Mengelabui Orang Lain itu Sebagai judi online (judol) dan membeli kebutuhan hariannya seperti rokok hingga bahan bakar Energi (BBM).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Uang yang dikirim Dari agen travel asal Malaysia tersebut digunakan Dari KA Sebagai judi online dan juga Sebagai membeli keperluan sehari hari, makan, minum, rokok, bensin, dan lain-lain,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polres Manggarai Barat, Ipda Nikolaus Nikson Bunganen, Selasa (12/5/2026).

Duduk Peristiwa Pidana Mengelabui Orang Lain

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya pun menjelaskan duduk Peristiwa Pidana Peristiwa Pidana Hukum Mengelabui Orang Lain tersebut. Peristiwa Pidana Hukum bermula Di korban berinisial SS (34), seorang karyawan swasta asal Malaysia, mewakili rombongannya melakukan transaksi Di agen travel milik Itok Aman Dari Maret hingga Mei 2026.

Dana Rp 85,2 juta tersebut disetorkan Sebagai paket wisata premium, termasuk sewa kapal MY MOON Di 4 hari 3 malam serta biaya masuk TN Komodo. Tetapi, rombongan wisatawan asal Malaysia dan Singapura itu Merasakan kenyataan pahit Di tiba Hingga Labuan Bajo, Kamis (7/5).

Rombongan wisatawan yang terdiri Di 8 orang dewasa dan 2 anak-anak itu tidak bisa menginap Hingga Hotel Flamingo Avia yang telah dipesan. Rombongan wisatawan justru diantar Hingga Hotel Green Perundi. Pihak kapal wisata juga tidak kunjung memberi kepastian Lantaran ternyata belum Merasakan pembayaran Di Itok Aman.

“Korban sudah bayar lunas Sebagai hotel yang diinginkan, tapi sesampainya Hingga sini korban justru dibawa Hingga hotel yang tidak sesuai kesepakatan. Terlapor juga sangat sulit dihubungi Di korban butuh kejelasan,” terang Lufthi.

Ipda Niko menambahkan wisatawan tak berkomunikasi langsung Di Itok Aman Di membeli paket wisata Hingga Taman Nasional Komodo. Komunikasi Di Itok dilakukan Lewat agen travel Hingga Malaysia bernama Trip Adikberadik.

“Komunikasi Lewat pesan WhatsApp. Wisatawan tidak pernah berkomunikasi langsung Di KA Lantaran wisatawan juga memakai jasa agen travel asal Malaysia tersebut,” terang Niko.

Ia mengatakan Itok Aman pernah menjual paket wisata Hingga agen travel Hingga Malaysia tersebut Ke Ke 2025. Ketika itu tak ada persoalan. Lantaran itu agen travel Trip Adikberadik kembali menggunakan jasa Itok Anam Ke tahun ini Sebagai perjalanan wisata rombongan turis Malaysia dan Singapura tersebut.

“Ke tahun 2025 KA sudah pernah menjual paket wisata Di agen travel asal Malaysia yaitu Trip Adikberadik dan semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah Agar sudah ada kepercayaan Di agen travel tersebut kepada KA,” ujar Niko

“Maka Itu Ke bulan Maret 2026 agent travel Trip Adikberadik kembali menghubungi KA Sebagai membeli paket wisata sama seperti tahun 2025,” imbuh dia.

Tetapi, mereka akhirnya menjadi korban Mengelabui Orang Lain. Beruntung rombongan wisatawan tersebut tetap bisa melanjutkan perjalanan wisata mereka Hingga Labuan Bajo.

Di Pemberian koordinasi pihak kepolisian dan otoritas setempat, mereka akhirnya berangkat Di TN Komodo menggunakan kapal lain, KM Gajah Putih.

“Meski sempat Merasakan kendala, korban dan rombongannya tetap melanjutkan wisata Hingga kawasan TNK Di kapal pengganti Bagi menikmati sisa liburan Hingga Labuan Bajo,” ujar Lufthi.

Bukan Anggota ASTINDO dan ASITA

Agen travel Labuan Bajo Top milik Itok Aman tersebut ternyata diketahui tidak terdaftar sebagai anggota asosiasi agen travel manapun, baik Astindo maupun Asita.

“Pelaku maupun entitas perusahaan tersebut bukan anggota Astindo,” tegas pelaksana tugas (Plt) Ketua Astindo Provinsi NTT Ignasius Suradin.

Hal senada disampaikan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita).

“Bukan anggota Asita,” tegas Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asita NTT, Oyan Kristian.

Tidak Punya Kantor Hingga Labuan Bajo, Jualan Cuma via Instagram

Travel agen milik Itok Aman juga diketahui tidak Memperoleh kantor Hingga Labuan Bajo. Itok Aman hanya menjual paket wisata Lewat akun Instagram (IG).

“Agen travel milik KA (Itok Aman) tidak mempunyai kantor dan KA menjual paket wisata hanya menggunakan akun instagram yang diakses menggunakan HP,” ungkap Niko, Selasa (12/5/2026).

Yang Berhubungan Di izin usaha travel, Niko menyebut Itok Aman mengaku sudah memilikinya. Tetapi, dia tidak bisa Menunjukkan izin tersebut.

“Menurut dia ada (izin), tapi dia tidak bisa menunjukan Di diperiksa,” kata Niko.

———

Artikel ini telah naik Hingga detikBali, bisa dibaca selengkapnya Hingga sini dan Hingga sini.

Halaman 2 Di 2

Simak Video “Video: Labuan Bajo Tutup Sambil Layanan Kapal Wisata

(wsw/wsw)





Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Memalukan! Bos Travel Hingga Labuan Bajo Tipu Turis Rp 85 Juta buat Main Judol

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้