Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan Dari Kejadian Luar Biasa tambal gigi sendiri Didalam bahan ‘DIY’ (Do It Yourself) yang dibeli secara online. Seorang Ahli Kebersihan Gigi, Aprillya Sakila, Untuk sebuah unggahan viral Ke media sosial menceritakan pengalamannya menangani pasien Didalam keluhan peradangan gigi Lantaran nekat menambal giginya sendiri menggunakan bahan Untuk marketplace online.
Kepada detikcom, drg Aprillya mengisahkan pasien datang Untuk Kemakmuran sakit dan bengkak. Malahan, keluar nanah Untuk gusi Supaya harus disterilisasi terlebih dahulu.
Ia sendiri mengaku tidak yakin Didalam bahan penambal gigi yang digunakan, Tetapi ia meyakini tambalan tersebut diaplikasikan Untuk Kemakmuran tidak steril. Ia juga khawatir bahan yang digunakan tidak biokompatibel Ke Untuk rongga mulut pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bagi bahan dasarnya saya kurang tau ya kak. Tapi secara klinis bentuknya bulat-bulat bening dan Akansegera melunak jika dipanaskan. Jika dipanaskan Didalam suhu tinggi konsistensinya seperti slime,” kata drg Aprillya Di dihubungi detikcom, Rabu (2/9/2026).
Menyambut Baik Peristiwa Pidana viral tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Ahli Kebersihan Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Eka Erwansyah, M.Kes., SpOrt, SubspDDTK(K), menyebut Gaya seperti ini bukan hal Mutakhir Ke kalangan praktisi Kesejajaran gigi.
“Ini bukan pertama kalinya, udah lazim, udah meresahkan. Udah diedukasi, tapi tetap mencoba berulang,” ungkap drg Eka Di dihubungi detikcom, Kamis (3/6/2026).
|
Kisah drg Aprillya Sakila menangani pasien korban tambal gigi asal-asalan viral Ke media sosial. Foto: dok. pribadi (diunggah atas izin yang bersangkutan)
|
Bahan Tidak Sesuai
Satu Kegagalan paling fatal Untuk praktik tambal gigi mandiri atau yang biasa dilakukan Dari tukang gigi pinggir jalan adalah penggunaan bahan yang salah kaprah.
Banyak pasien tidak Memahami bahwa bahan yang mereka beli Ke toko online sebenarnya tidak memenuhi standar Bagi menambal gigi.
“Yang paling sering dipakai itu adalah Produk Bagi bikin gigi sebenarnya. Dia Akansegera mengeras begitu ketemu air ludah (self-curing). Karena Itu, Ke Di Sebelumnya ketemu air, dia seperti pasta gigi, mudah dimasukkan Ke Untuk gigi yang berlubang,” papar drg Eka menjelaskan pengalamannya.
Bahan pembuat gigi palsu ini Memperoleh sifat kimia yang sangat keras. Jika dimasukkan langsung Ke Untuk lubang gigi yang masih Memperoleh jaringan saraf, bahan tersebut Akansegera sangat merangsang peradangan hebat Ke Untuk jaringan gigi.
“Bukannya mengatasi masalah, malah menimbulkan masalah Mutakhir,” tegasnya.
Pelatihan PDGI Sebelumnya Membeli Produk Kesejajaran Gigi
Prosedur menambal gigi tidak sesederhana “menutup lubang”. Ahli Kebersihan Gigi harus melakukan serangkaian prosedur klinis yang ketat, mulai Untuk sterilisasi hingga pengangkatan jaringan gigi yang sudah mati.
Sebagai langkah antisipasi dan Pelatihan agar Kelompok tidak mudah tergiur produk abal-abal Ke media sosial maupun marketplace, drg Eka membagikan panduan ‘5-S’ yang wajib diperhatikan, yakni:
- Sesuai kebutuhan: Pastikan bahan yang digunakan benar-benar peruntukannya (misal: bahan tambal gigi, bukan bahan pencetak gigi palsu).
- Sah izin edarnya: Produk wajib Memperoleh nomor registrasi Untuk BPOM. Produk tanpa izin BPOM tidak terjamin keamanannya dan berisiko mengandung bahan beracun Bagi tubuh
- Sesuai komposisi: Periksa Didalam jelas siapa produsennya dan apa saja komposisi Ke dalamnya. Hal ini juga penting Bagi memverifikasi kehalalan produk, memastikan tidak ada kandungan berbahaya atau yang tidak sesuai keyakinan.
- Sumbernya terpercaya: Belilah produk Kesejajaran Untuk distributor atau toko resmi yang kredibel. Jangan mudah tergiur Dari konten media sosial atau toko online abal-abal yang klaimnya sering kali dilebih-lebihkan tanpa dasar medis.
- Stop jika ada keluhan: Jika Setelahnya menggunakan suatu produk muncul reaksi seperti gusi bengkak, nyeri, pendarahan, atau alergi, segera hentikan pemakaian.
Terakhir, PB PDGI mengingatkan Bagi lebih bijak dan rasional Untuk menyaring informasi Kesejajaran yang beredar Ke Jaringan.
Di Itu, ia menyarankan pasien Bagi melakukan Terapi secara langsung kepada tenaga Kesejajaran, Ke Di memilih Bagi melakukan Terapi sendiri atau alternatif tanpa Mengkaji dampak jangka panjang yang Akansegera terjadi Ke masa Di.
“PDGI berharap Kelompok menjadi lebih aware, lebih hati-hati Untuk memilih bahan. Pastikan Produk tersebut sesuai, tepat sasaran, tepat indikasi, tepat diagnosis, dan tepat prosedur,” tutup drg Eka.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video Mitos-Fakta: Jantung Bocor, Penyebab Hingga Gejalanya“
(aur/up)
Tambal Gigi Online
2 Konten
Gaya menambal gigi Didalam bahan-bahan ‘DIY’ (Do It Yourself) yang dibeli secara online bikin resah para Ahli Kebersihan Gigi. Untuk beberapa Peristiwa Pidana, pasien malah Merasakan Infeksi Lantaran tidak steril dan pemakaian bahan yang tidak sesuai.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Heboh Gaya ‘Tambal Gigi Online’, Perhimpunan Ahli Kebersihan Gigi Angkat Bicara











