Jakarta –
Melintasi garis finish maraton atau menyelesaikan sesi Berlarilah jarak jauh merupakan pencapaian fisik yang membanggakan. Akan Tetapi, Di balik rasa puas tersebut, terdapat ancaman medis berbahaya yang mengintai para pelari: rhabdomyolysis atau rhabdo.
Situasi ini terjadi ketika jaringan otot rangka Merasakan kerusakan dan pemecahan secara mendadak akibat tekanan fisik tingkat ekstrem. Dikutip Di Cleveland Clinic, rhabdomyolisis adalah suatu Situasi medis serius yang terjadi akibat kerusakan atau kematian jaringan otot rangka secara cepat. Kerusakan ini menyebabkan zat-zat Di Di sel otot (seperti protein mioglobin dan elektrolit) bocor Di aliran darah, yang Berpeluang memicu kerusakan organ terutama ginjal.
Walaupun tergolong jarang hingga membutuhkan rawat inap, strain otot dan ginjal sebenarnya sangat umum dialami pelari maraton. Studi Di Universitas Yale Di Hartford Marathon 2015 menemukan bahwa 82 persen pelari yang diuji memenuhi kriteria Luka ginjal akut tingkat 1 (acute kidney injury), Walaupun biasanya membaik Di dua hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Di New York City Marathon 2022 Menunjukkan bahwa Di perlombaan berlangsung Di suhu udara 24°C, sebanyak 24 pelari harus dilarikan Di Fasilitas Medis akibat rhabdo.
“Bukan otot yang rusak yang menyebabkan masalah utama, melainkan dampak Di pemecahan otot tersebut Pada tubuh,” tegas Chief Medical Officer People Inc Dr Sohaib Imtiaz.
Tanda-Tanda Rhabdomyolysis yang Wajib Diwaspadai Pelari
Tanda-Tanda rhabdomyolysis dapat muncul secara tiba-tiba Setelahnya Latihan berat. Pelari diimbau Bagi peka Pada sinyal tubuh dan tidak menganggap semua rasa sakit sebagai “pegal biasa” Setelahnya berlari.
Berikut tanda-tanda utama rhabdo yang harus diwaspadai:
1. Nyeri Otot Ekstrem
Rasa sakit yang dirasakan jauh lebih berat dibanding pegal atau nyeri otot (DOMS) pasca-Aktivitasfisik biasa. Nyeri hebat ini umumnya terpusat Di area otot besar seperti paha, bahu, atau punggung bawah.
2. Urine Berwarna Gelap Seperti Teh
Ini adalah salah satu tanda khas rhabdo. Ketika sel otot hancur, protein mioglobin terlepas dan disaring Dari ginjal, menyebabkan warna urine berubah menjadi cokelat tua, kemerahan, atau menyerupai warna teh pekat.
3. Kelemahan Otot Parah
Pelari Akansegera merasakan kesulitan hebat Di menggerakkan kaki atau tangan. Tugas-tugas fisik sederhana yang biasanya mudah dilakukan terasa sangat berat atau Justru tidak bisa dilakukan sama sekali.
4. Pembengkakan dan Otot Keras
Area otot yang terdampak sering kali terlihat membengkak, terasa sangat kencang/keras Di dipegang, dan nyeri jika disentuh.
5. Tanda-Tanda Sistemik Lainnya
Selain gangguan Di otot dan urine, rhabdo sering disertai Di kelelahan yang tak wajar, mual dan muntah, detak jantung berdebar cepat (rapid heart rate), hingga timbulnya rasa bingung atau linglung.
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tanda-Tanda Rhabdomyolysis Di Pelari, Kerusakan Otot Parah yang Ancam Nyawa











