loading…
Badai Matahari. Foto/ NASA
SMILE, singkatan Bersama Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer, diluncurkan Dari roket Vega-C Ke pukul 03.52 pagi (waktu internasional) Bersama Pusat Antariksa Eropa Di Kourou, Guyana Prancis, Di pantai timur laut Amerika Selatan.
Di 55 menit Setelahnya lepas landas, wahana antariksa tersebut terpisah Bersama roket Ke ketinggian Di 700 km Untuk melanjutkan perjalanannya Di orbit elips besar, puluhan ribu kilometer Di atas permukaan Bumi.
Sesuai Ide, Di terbang Di atas Antartika, SMILE Akansegera beroperasi Ke ketinggian Di 5.000 km Untuk mengirimkan data Di stasiun Studi Bernardo O’Higgins.
Di bergerak Di atas Arktik, wahana antariksa tersebut dapat mencapai ketinggian hingga 121.000 km. ESA mengatakan orbit ini Akansegera memungkinkan misi tersebut Untuk Memperhatikan Aurora Borealis secara terus menerus Pada 45 jam Untuk pertama kalinya.
SMILE berukuran sebesar truk pikap dan dirancang Untuk mempelajari badai matahari – Trend Populer yang terjadi ketika angin matahari dan semburan plasma Bersama Matahari bertabrakan Bersama perisai magnetik Bumi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari











