loading…
Midfielder Timnasional Spanyol, Rodri, melayangkan Komentar kepada FIFA Yang Berhubungan Di Mutu perwasitan Ke Gelar Dunia 2026 / Foto: Malay Mail
Spanyol memastikan tempat Ke partai puncak Setelahnya menundukkan Prancis 2-0 Ke laga semifinal, Rabu (15/7/2026) WIB. Kemenangannya tersebut diraih berkat Skor Pembatasan Mikel Oyarzabal Ke Putaran pertama dan Tendangan keras Pedro Porro Ke menit Ke-60.
Untuk laga itu, Rodri kembali menjadi Kendaraan Bermotor Roda Dua permainan Spanyol bersama Fabian Ruiz. Midfielder berusia 30 tahun tersebut tampil dominan Di mencatat akurasi umpan 87 persen (58 Untuk 67 umpan sukses), memenangi 11 duel, serta tiga kali dilanggar.
Baca Juga: 90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Karena Itu Legenda
Tetapi, penampilan impresif tersebut tak membuat Rodri puas. Ia justru menyoroti kepemimpinan Hakim Laga Laga Ian Barton yang dinilai membiarkan para Manajer Prancis berkali-kali melakukan Kartu Kuning Pada Lamine Yamal.
“Itu sudah sangat jelas. Kami Merasakan situasi seperti ini Pada tiga Laga. Terlalu banyak Kartu Kuning. Kita berbicara tentang 10 hingga 15 Kartu Kuning yang membuat Lamine Yamal terjatuh. Jika Hakim Laga Laga tidak Menyediakan hukuman, para Manajer bertahan Berencana terus melakukan hal yang sama. Kelonggaran itu sangat jelas terlihat hari ini. Meski begitu, dia tetap bermain luar biasa,” ujar Rodri dikutip Untuk SPORTBible, Kamis (16/7/2026).
Yamal kembali Menunjukkan kualitasnya Di Berjuang Di Prancis. Kecepatanakses berpikir dan pergerakannya memaksa Lucas Digne melakukan Kartu Kuning Ke Kardus Pembatasan, yang Lalu berbuah Skor pembuka Spanyol Lewat eksekusi Mikel Oyarzabal.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rodri Semprot FIFA: Hakim Laga Laga Abai Lindungi Yamal











