Jakarta –
Boks telepon merah khas Inggris identik sebagai ikon klasik Di pinggir jalan Inggris. Akan Tetapi, siapa sangka benda ini bisa disulap Karena Itu tempat jualan dessert yang unik.
Boks telepon merah sudah lama menjadi ikon Inggris. Boks ikonik ini merupakan bilik telepon umum yang dirancang Dari Sir Giles Gilbert Scott.
Melansir Mirror UK (24/3), seorang pria mengubah boks telepon merah yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah kedai kecil. Bukan sekadar tempat biasa, ia memanfaatkannya Sebagai berjualan tiramisu. Ide ini pun langsung Memikat perhatian banyak orang Sebab dinilai kreatif dan berbeda Didalam yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boks telepon tersebut memang sudah tidak digunakan lagi. Di Inggris, banyak boks telepon lama yang kini dialihfungsikan Sebab penggunaan telepon umum Lebihterus menurun. Situasi ini membuat banyak orang mencoba memanfaatkannya Sebagai berbagai keperluan Mutakhir.
Salah satunya dilakukan Daniele Benedettini, pria 31 tahun asal Roma, yang menggunakan boks telepon merah tidak terpakai Di Russell Square, London. Ia menilai pemanfaatan boks ini ideal Sebab murah, alih-alih Benedettini harus menyewa tempat.
Benedettini menjual tiramisu, Konsumsi khas Negeri asalnya. Ia memilih dessert ini lantaran memungkinkan dijual Di tempat sempit, tidak seperti pasta dan pizza yang membutuhkan ruang lebih besar.
|
Walkmisu, tiramisu yang dijual Di boks telepon merah Di London. Foto: Mirror UK
|
Benedettini berinvesitasi sebesar £1,000 atau Di Rp 22,5 juta Sebagai menyulap boks telepon merah menjadi kedai tiramisu. Di Agustus 2020, ia resmi membuka usaha bernama Walkmisu ini.
Harga tiramisu homemade buatannya berkisar £6.95 atau Di Rp 156 ribu, termasuk Sebagai varian Pistachio dan Biscoff yang populer. “Di itu, tidak ada yang menjual tiramisu murni, dan sebagian besar tempat menjualnya Didalam alkohol, padahal resep aslinya bebas alkohol,” kata Benedettini menyoal dessert buatannya.
Di 6 tahun berselang, kini Benedettini sudah Mengeluarkan online shop Sebagai Walkmisu. Ia melayani pembelian dan pengiriman Di penjuru Inggris.
Benedettini mengakui, kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu Kunci sukses usahanya. Ia memanfaatkan Ilmu Pengetahuan ini Sebagai membantu mengelola bisnisnya menjadi terobosan besar dan menghemat berjam-jam waktu kerjanya.
Ia Malahan Di Mengkaji Sebagai memperluas mereknya sambil berencana Sebagai memanfaatkan AI dan AI agen secara lebih luas lagi.
“Saya bisa menggunakannya Sebagai peramalan cuaca, pemasok, menjawab pertanyaan pelanggan, dan Sebagai Menyusun sisi Usaha online,” tutupnya.
(adr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ide Antimainstream! Pria Ini Jualan Tiramisu Didalam Boks Telepon Merah











