Satu dekade berdiri, peternakan Dago Dairy Mengintroduksi Berencana tutup permanen. Keterbatasan pekerja hingga tak ada penerus Karena Itu alasannya. Berikut faktanya.
Dago Dairy Di Bandung, Jawa Barat, dikenal sebagai peternakan sapi yang menawarkan Pengalaman Hidup melihat langsung proses produksi susu. Tetapi, tempat ini kini harus menutup usahanya Sesudah lebih Bersama satu dekade beroperasi.
Peternakan yang berada Di kawasan Lembang ini punya cerita Menarik Perhatian Sebelum pertama kali berdiri. Dikelola pasangan suami istri, Dago Dairy juga menghasilkan susu segar hingga produk olahan seperti yogurt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, perjalanan Dago Dairy harus berakhir Lantaran kendala tenaga kerja. Sulit mencari pekerja membuat pengelola akhirnya memutuskan Untuk menutup peternakan tersebut.
Dikutip Bersama berbagai sumber, berikut fakta peternakan Dairy Dago.
1. Berdiri Sebelum 2015
Dago Dairy merupakan peternakan sapi perah Di kawasan Buniwangi, Lembang, Bandung Barat. Peternakan ini sudah berdiri Sebelum Disekitar 2015 dan beroperasi Di lebih Bersama satu dekade.
Tempat ini menawarkan Pengalaman Hidup mengenal peternakan sapi secara langsung. Pengunjung bisa melihat Kegiatan peternakan sekaligus belajar tentang proses produksi susu.
Dago Dairy juga memadukan Pelatihan Bersama kegiatan interaktif yang cocok Untuk berbagai usia. Pengunjung tidak sekadar melihat sapi, tetapi dapat mengenal proses susu Bersama peternakan hingga siap dikonsumsi.
2. Dikelola Pasangan Australia dan Indonesia
Dago Dairy dimiliki Bersama Mark Hallett, pria kelahiran Australia, bersama istrinya, Yanti. Keduanya Menyusun peternakan ini Bersama mengutamakan Mutu susu yang dihasilkan.
Peternakan ini menjadi tempat Untuk pengunjung Untuk melihat langsung bagaimana sapi dipelihara. Kegiatan tersebut sekaligus Mengintroduksi kehidupan peternakan yang Mungkin Saja jarang ditemui Kelompok perkotaan.
Lebih Bersama 20 sapi dipelihara Di Dago Dairy Bersama pakan berupa rumput segar. Rumput tersebut berasal Bersama area peternakan Supaya kesegarannya lebih terjaga.
3. Susu Dipasteurisasi Suhu Rendah
|
Ilustrasi susu sapi. Foto: Times of India
|
Pemberian pakan berupa rumput segar tersebut Untuk mendukung produktivitas sapi Di menghasilkan susu. Susu segar yang dihasilkan Dago Dairy tidak hanya diperah lalu dijual begitu saja.
Untuk menjaga kualitasnya, susu tersebut langsung diproses menggunakan metode pasteurisasi suhu rendah.
Metode ini digunakan Untuk membantu mempertahankan kadar protein Di susu. Proses pengolahan tersebut menjadi Dibagian penting Sebelumnya susu dipasarkan kepada konsumen.
Dago Dairy tak hanya menghasilkan susu segar Bersama sapi perah yang dipeliharanya. Susu tersebut juga diolah menjadi produk turunan, salah satunya yogurt.
4. Memutuskan Untuk Tutup
Dago Dairy tutup. Foto: Instagram/@dago_dairy |
Dago Dairy Di Bandung akhirnya tutup, Sesudah hampir dua tahun kesulitan mencari pekerja. Pemilik Mark Hallet dan Yanti menyebut minat anak muda bekerja Di peternakan Lebih rendah.
Keterbatasan tenaga membuat pengelola harus bekerja hingga dua shift Untuk menjaga peternakan tetap berjalan. Di Itu, kedua putra mereka yang tinggal Di Australia juga tidak ingin meneruskan usaha keluarga.
Tentunya kabar ini membuat banyak pelanggan setia Bersama Dago Diary sedih Lantaran harus berpisah Bersama produk susu lokal Unjuk mereka.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Rasakan Kreasi Menu Di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!“
(raf/sob)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta Dago Dairy, Punya 20 Sapi hingga Tutup Lantaran Kekurangan Pekerja












