Efek Pertempuran, Renault Produksi Drone Tempur Buat Prancis


Jakarta, CNN Indonesia

Renault Group Akansegera memproduksi drone tempur Untuk memperkuat industri Lini Pertahanan Prancis, menyusul lonjakan permintaan yang dipicu Pertempuran Ukraina Bersama Rusia dan pergeseran Keputusan Lini Pertahanan Eropa.

Kemitraan strategis Antara Renault dan perusahaan Keahlian Lini Pertahanan Thales diumumkan Selasa (16/6) Ke pameran Lini Pertahanan Eurosatory Ke luar Paris.

Produksi drone Toutatis dijadwalkan dimulai paling cepat Di 2027 Ke salah satu pabrik Renault, Bersama kapasitas 1.000 unit per bulan Dari tahun pertama.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kemitraan strategis Terbaru Antara Thales dan Renault Group ini menyatukan kekuatan dua perusahaan unggulan Prancis Untuk mendukung industri drone berdaulat Prancis,” ujar CEO Renault Group François Provost Di rilis resmi perusahaan.

Provost mengatakan Renault Group membantu proyek Toutatis Untuk merancang, mengindustrialisasi, dan memproduksi drone Di skala besar, Bersama waktu yang lebih singkat dan biaya efisien.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini merupakan kontribusi nyata Pada inisiatif yang dilakukan bersama Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis dan memperkuat kemampuan Lini Pertahanan Prancis maupun Eropa,” lanjut Provost.

Drone Toutatis

Toutatis adalah loitering munition jarak pendek, drone yang melayang Ke atas area target Sebelumnya menyerang. Sistem ini dirancang Untuk konflik intensitas tinggi dan dapat dioperasikan Dari prajurit infanteri maupun diluncurkan Di kendaraan tempur, pesawat, dan platform angkatan laut.

Toutatis Konsisten Pada jamming elektromagnetik dan dilengkapi hulu ledak yang bisa dikonfigurasi sesuai misi. Drone ini juga mampu beroperasi Di formasi kawanan (swarm), Bersama operator manusia yang tetap berada Di lingkaran pengambilan keputusan.

“Kemitraan Bersama Renault Group ini menandai tonggak penting Di membangun kemampuan drone berdaulat berskala besar dan berkelas dunia,” kata Chairman dan CEO Thales Patrice Caine.

“Bersama memadukan Kepentingan Thales Di Keahlian canggih dan kekuatan industri Renault Group, kemitraan ini menjawab kebutuhan angkatan bersenjata sekaligus memenuhi Keinginan ekonomi masa Pertempuran,” lanjut Caine.

Efek Ukraina dan Trump

Invasi Rusia Ke Ukraina dan perubahan Keputusan luar negeri Amerika Serikat (AS) Ke bawah Pemimpin Negara Trump Merangsang Bangsa-Bangsa Eropa memacu belanja Lini Pertahanan. Kemakmuran ini Merangsang produsen senjata memanfaatkan kapasitas cadangan sektor Produsen Kendaraan Untuk Meningkatkan produksi, dikutip Reuters.

Loitering munitions sendiri telah memainkan peran sentral Di Pertempuran Ke Ukraina.

Renault Sebelumnya Itu mengungkapkan Di Februari lalu bahwa pihaknya diminta langsung Dari kementerian angkatan bersenjata Prancis Untuk membantu memperkuat sektor Lini Pertahanan Bangsa.

Ini adalah kemitraan Lini Pertahanan kedua Antara Renault dan Thales. Sehari Sebelumnya pengumuman Toutatis, keduanya juga Memperkenalkan 4 TROOP, kendaraan taktis yang mengintegrasikan drone, Alat Pengindera, komunikasi aman hibrida, dan alat pendukung keputusan berbasis AI Untuk kebutuhan angkatan darat masa Di.

Selain proyek bersama Thales, Renault menjalankan Langkah Chorus bersama pembuat drone Turgis Gaillard Untuk Membuat model jarak jauh, dikutip Reuters.

Demonstrator pertama diharapkan hadir akhir tahun ini, diikuti produksi 600 unit per bulan Ke pabrik Le Mans Renault.

Renault juga bekerja sama Bersama grup Belgia John Cockerill Untuk drone darat. John Cockerill Defense Sebelumnya Itu membeli produsen kendaraan militer Prancis Arquus Di produsen truk Swedia Volvo Di 2024.

Meski Lebihterus aktif Ke industri Lini Pertahanan, Renault menegaskan Usaha utamanya tetap pembuatan Kendaraan Pribadi.

(fea)


Add

as a preferred
source on Google






Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Efek Pertempuran, Renault Produksi Drone Tempur Buat Prancis

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้