loading…
AS Bawa Kabur Benda Ini Hingga Luar Angkasa. Foto/ SCIENCE ALERT
Ketidakstabilan Di Timur Ditengah telah Merangsang Google, Amazon, dan sejumlah perusahaan Keahlian Tiongkok Sebagai mempercepat Ide membangun infrastruktur data Di Daerah yang tak terduga.
Di awal Maret, serangkaian serangan drone Iran menargetkan tiga pusat data AWS (Amazon Web Services) Di Uni Emirat Arab.
Gangguan Pada layanan cloud yang terjadi menyebabkan Disekitar 300.000 pedagang tidak dapat memproses pesanan. Layanan perbankan, transportasi daring, dan perdagangan elektronik lintas batas semuanya terdampak.
Ini menandai pertama kalinya Di sejarah seranganmilitersecara langsung menargetkan penyedia komputasi awan skala besar. Peristiwa ini Memberi pukulan berat Bagi ambisi Bangsa-Bangsa Timur Ditengah Sebagai mengubah Daerah gurun menjadi pusat AI Internasional.
Di Pada yang sama, hal ini Lebihterus memperkuat tekad perusahaan Keahlian besar Sebagai menemukan lokasi Bagi infrastruktur komputasi mereka yang berada Di luar jangkauan serangan berbasis darat.
Di November 2025, Google Memperkenalkan peluncuran proyek SolarCatch. Ide raksasa Keahlian Amerika ini adalah membangun jaringan satelit yang dilengkapi Bersama chip TPU khusus, mengatasi keterbatasan daya dan pendinginan pusat data berbasis darat.
Google Akansegera bermitra Bersama perusahaan data satelit Planet Sebagai Mengadakan dua satelit prototipe Di tahun 2027.
Hanya sebulan Setelahnya Itu,WSJmelaporkan bahwa Blue Origin milik miliarder Jeff Bezos diam-diam telah Menyusun pusat data Di luar angkasa.
Pendiri Amazon tersebut Meramalkan bahwa Di 10-20 tahun Hingga Di, umat manusia Akansegera membangun pusat data besar-besaran Di luar angkasa.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Takut Tak Bisa Diselamatkan Di Iran, AS Bawa Kabur Benda Ini Hingga Luar Angkasa











