Jakarta, CNN Indonesia —
Pasar Kendaraan Pribadi harga terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) Di Berjuang Bersama tekanan. Kemakmuran ekonomi dan lemahnya daya beli membuat segmen yang Di ini menjadi tulang punggung ikut terguncang.
Berdasarkan data, banyak kalangan menengah, Ke mana itu menjadi rata-rata Kandidat konsumen ‘first car buyer‘ LCGC turun kelas menjadi kelompok rentan Ke sepanjang tahun kemarin. Hal ini menjadi salah satu pemicu pasar makin tergerus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Tren permintaan LCGC Di 2025 cenderung menurun. Distribusi Di dealer terekam surut 31 persen menjadi 122.686 unit, padahal 2024 mencapai 176.766 unit.
Astra Daihatsu Kendaraan Bermotor Roda Dua (ADM) sebagai salah satu Manajer utama Ke segmen itu mengaku telah menyiapkan strategi Ke Di tekanan pasar yang makin Di.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Strateginya kalau kami Melakukanlangkah-Langkah memberi kemudahan kepemilikan. Kami Memiliki value chain Ke Astra sendiri yang sangat kuat Sebagai leasing,” kata Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication ADM ditemui Ke Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/2).
Ia Lalu merujuk Ke ekosistem pembiayaan Ke bawah grup Astra International yang menopang penjualan ritel Daihatsu.
“Dan kami mempermudah satu hal lagi adalah baik itu interest rate-nya, DP-nya maupun juga term of payment yang Mungkin Saja disesuaikan Bersama masing-masing kebutuhan customer Sebagai kepemilikan,” katanya.
Ke sisi produk, Daihatsu menegaskan telah Memiliki lini paling terjangkau Ke kelas mesin 1.0 liter Sebagai segmen LCGC. Ia juga menegaskan potensi produk perusahaan, khususnya Ke Daerah remote maupun rural area.
“Tapi kalau pemerintah yang ATPM lainnya kami sudah ada produk line up yang paling terjangkau Ke 1.0 Sebagai LCGC dan Di ini kontribusi sangat besar Sebagai Ke Daerah remote dan rural area,” katanya.
Lebih Bersama itu Agung mengatakan Daihatsu Memiliki ambisi Sebagai terus melakukan motorisasi yang diartikan menumbuhkan jumlah orang Sebagai menggunakan Kendaraan Pribadi.
Visi ini terlihat Bersama profil konsumen Daihatsu yang didominasi pembeli naik kelas Bersama sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua.
“Kalau teman-teman lihat tadi beberapa Karya kami sama (User) Kendaraan Bermotor Roda Dua ya? Lantaran Ke kami first car buyer-nya itu didominasi Bersama step up customer yaitu mereka-mereka yang tadinya Bersama Kendaraan Bermotor Roda Dua, hampir rata-rata pindahnya Di Daihatsu ya,” ucap Agung.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Strategi Daihatsu Indonesia Di LCGC Lebih Sedikit yang Beli











