Praktis, murah, dan cepat disajikan, mi instan sering Karena Itu andalan Di sahur, terutama Untuk anak kos atau mereka yang tak sempat menyiapkan menu lengkap. Seporsi mi instan memang terasa mengenyangkan Ke awal. Tetapi tak sedikit orang mengeluh Terbaru beberapa jam berpuasa, perut sudah kembali keroncongan, tubuh terasa lemas, Justru sulit berkonsentrasi.
Kepuasan ini bukan sekadar sugesti. Secara komposisi gizi, mi instan didominasi karbohidrat olahan Bersama kandungan serat dan protein yang relatif rendah. Kombinasi tersebut dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat, tetapi juga membuatnya turun lebih cepat, Supaya rasa lapar datang lebih awal. Belum lagi kandungan natrium yang cukup tinggi, yang Berpeluang memicu rasa haus Di berpuasa.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi Ke Untuk tubuh Di sahur hanya Bersama mi instan? Apakah sesekali aman, dan bagaimana cara menyiasatinya agar energi tetap stabil sepanjang hari?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan Gula Darah yang Cepat Turun, Bikin Cepat Lapar
Mi instan Ke dasarnya berbahan utama tepung terigu olahan (refined wheat flour) yang tinggi karbohidrat dan rendah serat. Karbohidrat jenis ini lebih cepat dicerna dan diserap tubuh dibandingkan karbohidrat kompleks utuh. Sebab, kadar glukosa darah Meresahkan lebih cepat Setelahnya dikonsumsi.
Untuk ilmu gizi, Kelajuan suatu Citarasa menaikkan gula darah diukur Bersama indeks glikemik (IG). Citarasa Bersama IG lebih tinggi cenderung memicu lonjakan glukosa darah yang lebih cepat. Setelahnya lonjakan tersebut, tubuh merespons Bersama melepaskan hormon insulin Sebagai membantu memasukkan glukosa Ke Untuk sel. Jika respons insulin cukup besar, kadar gula darah bisa turun relatif cepat Untuk beberapa jam, yang Lalu memicu rasa lapar kembali lebih awal.
Konsep ini telah banyak dibahas Untuk literatur ilmiah. Analisis sistematis yang dipublikasikan Ke The American Journal of Clinical Nutrition Menunjukkan bahwa konsumsi Citarasa Bersama indeks glikemik tinggi dapat dikaitkan Bersama rasa lapar yang lebih cepat dan asupan energi berikutnya yang lebih besar dibandingkan Citarasa berindeks glikemik rendah (Ludwig, 2002). Mekanismenya berkaitan Bersama fluktuasi glukosa dan insulin yang memengaruhi hormon pengatur nafsu makan seperti ghrelin.
Ke Samping Itu, Studi lain Untuk Obesity Reviews (Bornet et al., 2007) menjelaskan bahwa Citarasa rendah serat dan tinggi karbohidrat olahan cenderung Memperoleh efek kenyang (satiety) yang lebih rendah. Lantaran mi instan umumnya rendah serat dan protein, efek kenyangnya tidak bertahan lama bila dikonsumsi tanpa tambahan lauk sumber protein atau sayuran. Itulah sebabnya, sahur hanya Bersama mi instan bisa membuat energi terasa cepat “drop” beberapa jam Lalu, Supaya rasa lapar dan lemas muncul lebih awal Di berpuasa.
Minim Protein dan Serat, Rasa Kenyang Tak Bertahan Lama
Selain faktor lonjakan gula darah, komposisi zat gizi mi instan juga berperan Untuk membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Ke Umumnya, mi instan lebih dominan mengandung karbohidrat, Bersama kandungan protein yang relatif rendah dan hampir tidak mengandung serat jika dikonsumsi tanpa tambahan sayur atau lauk.
Protein dikenal sebagai makronutrien yang paling kuat Memberi efek kenyang (satiety) dibandingkan karbohidrat dan lemak. Tinjauan ilmiah yang dipublikasikan Untuk The American Journal of Clinical Nutrition (Westerterp-Plantenga et al., 2009) Menunjukkan bahwa asupan protein yang lebih tinggi dapat Meningkatkan rasa kenyang, menurunkan asupan energi Lanjutnya, serta memengaruhi hormon pengatur nafsu makan seperti GLP-1 dan PYY yang memberi sinyal kenyang Ke otak. Protein juga membutuhkan waktu cerna lebih lama, Supaya membantu memperlambat pengosongan lambung.
Ke Di Yang Sama, serat berperan Untuk memperlambat proses pencernaan dan penyerapan Citarasa Bergizi. Serat terutama serat larut, mampu membentuk gel Ke saluran cerna yang memperlambat pengosongan lambung dan membantu menjaga kestabilan gula darah. Ulasan Untuk Nutrition Reviews (Slavin & Green, 2007) menjelaskan bahwa konsumsi serat berkaitan Bersama peningkatan rasa kenyang dan penurunan rasa lapar Ke waktu makan berikutnya.
Untuk konteks sahur, kombinasi protein dan serat sangat penting Lantaran keduanya membantu mempertahankan energi lebih stabil Di puasa yang berlangsung belasan jam. Jika sahur hanya terdiri Bersama mi instan tanpa tambahan telur, ayam, tahu, tempe, atau sayuran, maka asupan protein dan serat menjadi minim. Sebab, lambung lebih cepat kosong dan sinyal lapar muncul lebih awal.
Inilah alasan mengapa mi instan terasa mengenyangkan Ke awal, tetapi efeknya tidak bertahan lama bila tidak dilengkapi sumber protein dan serat yang cukup.
Tinggi Natrium, Bisa Bikin Cepat Haus dan Lemas
Selain soal komposisi karbohidrat dan protein, mi instan juga dikenal Memperoleh kandungan natrium (garam) yang cukup tinggi. Untuk satu porsi, kandungan natrium bisa mencapai lebih Bersama setengah batas asupan harian yang direkomendasikan, tergantung merek dan ukuran saji.
Menurut World Health Organization (WHO), asupan natrium yang dianjurkan Sebagai orang dewasa adalah kurang Bersama 2.000 mg per hari (setara Disekitar 5 gram garam). Ke Di Yang Sama, Kementerian Kesejajaran Republik Indonesia juga menganjurkan pembatasan konsumsi garam sebagai Pada Bersama upaya Pra-Penanganan Penyakit tidak menular, termasuk hipertensi.
Secara fisiologis, ketika kadar natrium Untuk darah Meresahkan, tubuh Berencana memicu rasa haus agar cairan yang masuk bisa membantu menyeimbangkan kembali konsentrasi garam tersebut. Mekanisme ini dijelaskan Untuk Bacaan rujukan medis Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology, yang menerangkan bahwa peningkatan kadar natrium Untuk darah Berencana merangsang pusat haus Ke otak.
Untuk Kepuasan puasa, respons alami ini bisa menjadi masalah. Rasa haus muncul, tetapi asupan cairan Terbaru bisa dilakukan Di berbuka. Sebab, tenggorokan terasa lebih cepat kering dan tubuh bisa merasa tidak nyaman Ke siang hari.
Ke Samping Itu, berbagai kajian yang dipublikasikan Untuk jurnal Hypertension serta laporan Dunia WHO tentang pengurangan konsumsi garam Menunjukkan bahwa asupan natrium berlebih berkaitan Bersama peningkatan tekanan darah, terutama Ke individu yang sensitif Pada garam. Ke sebagian orang, kombinasi rasa haus, dehidrasi ringan, dan tekanan darah yang kurang stabil dapat memicu rasa lemas atau pusing Di berpuasa.
Lantaran itu, sahur Bersama mi instan tanpa cukup asupan cairan dan tanpa diimbangi Citarasa segar rendah garam berisiko membuat rasa haus datang lebih cepat Ke siang hari. Bukan hanya soal cepat lapar, tetapi juga potensi gangguan Kesejajaran cairan yang membuat puasa terasa lebih berat.
Menyiasati Mi Instan Agar Lebih Bernutrisi
Lalu, apakah mi instan sama sekali tidak boleh dikonsumsi Di sahur? Jawabannya bukan tidak boleh, tetapi kurang ideal jika dikonsumsi sendiri tanpa tambahan sumber gizi lain.
Ke Umumnya, tidak ada larangan medis Untuk orang sehat Sebagai sesekali mengonsumsi mi instan. Tetapi Bersama sisi komposisi gizi, mi instan cenderung tinggi karbohidrat olahan dan natrium, serta rendah serat dan protein jika tidak ditambahkan lauk pendamping. Padahal Di sahur, tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat agar energi lebih stabil Di puasa yang berlangsung belasan jam.
Lantaran itu, jika mi instan menjadi pilihan Lantaran alasan praktis, ada beberapa cara Sebagai membuatnya lebih bernutrisi Sebagai bekal puasa sepanjang hari:
1. Tambahkan sumber protein
Telur, ayam, tahu, tempe, atau kacang-kacangan dapat membantu memperlambat rasa lapar Lantaran protein memberi efek kenyang lebih lama.
2. Masukkan sayuran
Tambahkan sawi, wortel, bayam, atau sayuran lain Sebagai Meningkatkan asupan serat. Serat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga gula darah lebih stabil.
3. Kurangi bumbu atau tidak gunakan seluruhnya
Sebagian besar natrium berasal Bersama bumbu. Mengurangi takaran bumbu bisa membantu menekan asupan garam.
4. Cukupi cairan Di sahur
Pastikan tetap minum air putih yang cukup Sebagai membantu menjaga Kesejajaran cairan tubuh Di puasa.
Ke akhirnya, Kunci sahur bukan sekadar kenyang sesaat, tetapi kenyang yang bertahan lama dan energi yang stabil hingga waktu berbuka. Meski tidak dilarang, mi instan sebaiknya tidak dijadikan menu utama tanpa pendamping gizi yang seimbang.
Halaman 2 Bersama 4
Simak Video “Video: BGN Batasi Ultra Processed Food Sebagai MBG Di Ramadan“
(fti/up)
Sahur Sehat Awet Kenyang
3 Konten
Memilih menu sahur merupakan Pada Bersama strategi Untuk menjalani puasa Ramadan Bersama lancar dan nyaman. Salah pilihan menu bisa berakibat lemas seharian, atau cepat lapar Sebelumnya waktu berbuka tiba.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sahur Mepet Cuma Makan Mi Instan? Ini yang Berencana Terjadi Ke Tubuh Di Puasa











