Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim

loading…

Kemenhut mencatat capaian positif Di pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025 yang menjadi indikator penting Penyembuhan ekosistem pesisir. Foto/Ist

JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat capaian positif Di pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang tahun 2025. Inisiatif rehabilitasi mangrove yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN Menunjukkan Prestasi nyata secara fisik, sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan pengelolaan mangrove Ke berbagai Lokasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Lokasi Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih menegaskan bahwa capaian fisik rehabilitasi mangrove tahun 2025 mencerminkan meningkatnya Standar Pendesainan dan implementasi Ke lapangan. Realisasi peningkatan tutupan lahan mangrove tercapai Malahan melampaui target Ke beberapa tahapan rehabilitasi, yang menjadi indikator penting Penyembuhan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Baca juga: Kemenhut Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

“Capaian rehabilitasi mangrove tahun 2025 Menunjukkan bahwa upaya Penyembuhan ekosistem pesisir berjalan Lebih efektif. Prestasi ini tidak hanya diukur Didalam luasan tanam, tetapi juga Didalam konsistensi pemeliharaan dan keterlibatan para pihak Ke lapangan,” ujar Dyah, Rabu (21/1/2026).

Prestasi tersebut didukung Dari penguatan tata kelola dan kelembagaan rehabilitasi mangrove. Sepanjang 2025, Kementerian Kehutanan telah memfasilitasi penguatan Kelompok Kerja Mangrove Lokasi (KKMD) Ke 34 Unit Pelaksana Teknis (UPT), baik Lewat pembiayaan APBN maupun Dukungan hibah internasional.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rehabilitasi Mangrove, Kemenhut Perkuat Kelembagaan dan Kemitraan Iklim