Bisnis  

Produk Ekspor LNG via Selat Hormuz September Melonjak, Tertinggi Dari Konflik Bersenjata AS-Iran

loading…

Seorang pria duduk Di tepi pantai Sambil Itu sebuah kapal berlabuh Di Di Pelabuhan Sultan Qaboos, Di Ditengah konflik Di AS dan Israel Bersama Iran, Di Muscat, Oman, 20 Maret 2026. FOTO/Reuters

SINGAPURA – Jumlah kargo Produk Internasional Energi cair (LNG) yang keluar Lewat Selat Hormuz Menimbulkan Kekhawatiran Di September Ke level bulanan tertinggi Dari Konflik Bersenjata AS-Iran dimulai, meski kekhawatiran Perlindungan dan ketidakpastian masih membayangi jalur pelayaran strategis tersebut. Data S&P Internasional Energy mencatat 19 kargo LNG melintasi selat itu Di September, terdiri atas 13 kargo Di Qatar dan enam Di Uni Emirat Arab (UEA).

“Transit LNG Lewat Selat Hormuz Menimbulkan Kekhawatiran Di paruh kedua September dan jika Gaya ini berlanjut hingga Oktober, kita dapat melihat transit bulanan penuh pulih hingga 25% Di level Sebelumnya Konflik Bersenjata,” kata analis senior S&P Internasional Eric Yep seperti dikutip Di Reuters, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: 3 Kapal Tanker Yang Berhubungan Bersama UEA Diserang, Iran Peringatkan Transit Selat Hormuz Tanpa Izin

Jumlah tersebut Menimbulkan Kekhawatiran dibandingkan 15 kargo Di Juni, ketika kesepakatan Di Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku. Di Di Yang Sama, data perusahaan analitik Kpler Menunjukkan jumlah kargo LNG yang keluar Lewat Selat Hormuz Di September mencapai 21, juga Menimbulkan Kekhawatiran Di 15 kargo Di Juni.

Sejumlah kapal LNG yang Yang Berhubungan Bersama Bersama QatarEnergy, baik Di Kebugaran membawa muatan maupun tanpa muatan, kembali melintasi selat tersebut Di beberapa pekan terakhir meski konflik masih berlangsung. Data pelacakan kapal Kpler dan LSEG Menunjukkan tiga kapal LNG Di terminal Produk Ekspor Ras Laffan Qatar kembali terpantau berada Di luar Selat Hormuz Di pekan ini.

Dua Di antaranya, yakni kapal Al Kharaitiyat dan Al Gharrafa yang Yang Berhubungan Bersama Bersama QatarEnergy, sempat menghilang Di sistem pelacakan Di berada Di Di selat Sebelumnya kembali terdeteksi Di lepas pantai barat India. Kapal ketiga, Milaha Qatar yang dikelola Pronav Ship Management Di Jerman, juga terakhir terlihat Di Di selat Di pertengahan hingga akhir September Sebelumnya muncul kembali Di sebelah barat India dan Lalu menurunkan muatannya Di Pelabuhan Hazira.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Produk Ekspor LNG via Selat Hormuz September Melonjak, Tertinggi Dari Konflik Bersenjata AS-Iran

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้