Bisnis  

Pilihan Sekarang Tambah Utang atau Kembali Ke Krisis 1998

loading…

Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Aldhi Chandra

JAKARTA – Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara Yang Berhubungan Di lonjakan utang pemerintah yang per 31 Desember 2025 mencapai Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46 persen Pada Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menyebut kenaikan tersebut merupakan konsekuensi Untuk perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu, dan pemerintah dihadapkan Ke pilihan sulit Ditengah menambah utang atau membiarkan ekonomi jatuh lebih Untuk.

“Ini kan kemarin terpaksa Lantaran ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke Kepuasan seperti 1998 atau Memperbaiki utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya,” ujar Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seperti dikutip, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Utang Indonesia Naik Tembus Rp9.637 Triliun, Nyaris 50% Untuk PDB

Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dirilis Jumat (13/2/2026), posisi utang tersebut Merasakan kenaikan sebesar Rp229,26 triliun dibandingkan akhir September 2025. Purbaya menjelaskan, meski terjadi peningkatan volume, rasio utang Pada PDB masih berada Ke bawah ambang batas 60 persen sebagaimana diamanatkan Perundang-Undangan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negeri, Agar dinilai masih aman dan terkendali.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pilihan Sekarang Tambah Utang atau Kembali Ke Krisis 1998

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้