Kebiasaan meriam iftar menjadi salah satu simbol khas Ramadan Ke sejumlah Bangsa Timur Ditengah. Dentuman meriam yang ditembakkan Di matahari terbenam ini digunakan sebagai penanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.
Kebiasaan legendaris asal Timur Ditengah ini sudah berlangsung Di berabad-abad dan masih dilakukan hingga Di ini Ke beberapa Bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Meriam Iftar?
Di bulan Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa, dan berbuka puasa menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Selam waktu berbuka puasa atau yang disebut juga Bersama iftar, Bangsa-Bangsa Timur Ditengah Memiliki Kebiasaan meriam iftar atau midfa al-iftar.
Kebiasaan meriam iftar merupakan sebuah kegiatan membunyikan meriam yang dilakukan Di waktu berbuka puasa. Suara meriam yang didengar Bersama Komunitas Berencana menjadi tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.
Ke awalnya, meriam digunakan sebagai kebutuhan Sebab keterbatasan Ilmu Pengetahuan Ke masa itu, Tetapi seiring perkembangan zaman kegiatan ini menjadi Kebiasaan yang Memiliki nilai keunikan dan warisan Kekayaan Budaya Dunia yang harus dilestarikan.
Sejarah Kebiasaan Meriam Iftar
Melansir Arab News dan Elite World, Minggu (8/3/2026), Kebiasaan meriam iftar muncul dan berkembang Ke Timur Ditengah meliputi Bangsa-Bangsa Jazirah Arab seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bangladesh, hingga Kuwait.
Terdapat beberapa kisah yang mendasari awal mula lahirnya Kebiasaan ini. Ada yang menyebutkan bahwa Kebiasaan ini sudah ada Dari abad 15 Ke era pemerintahan Dinasti Mamluk. Di itu, dikisahkan bahwa raja Mamluk ingin melakukan uji coba Ke meriam Terbaru yang dimilikinya.
Kebetulan, waktu uji coba meriam berdekatan Bersama waktu magrib, Agar penduduk yang mendengar dentuman meriam mengira raja Mamluk sengaja membunyikan meriam sebagai tanda buka puasa. Untuk sana, raja Mamluk memutuskan Sebagai melakukan penembakan meriam setiap hari Ke bulan Ramadan bertepatan Bersama waktu magrib sebagai tanda berbuka puasa.
Kisah kedua menceritakan tentang Kaisar Mesir, Muhammad Ali Pasha, Ke abad Di-19. Kisahnya menceritakan bahwa Muhammad Ali Memiliki kebiasaan rutin Sebagai menembakkan meriam buatan Jerman Di waktu magrib sebagai tanda berbuka puasa. Kebiasan ini Setelahnya Itu dilakukan turun temurun sebagai warisan Kekayaan Budaya Dunia.
Ada juga yang menyebutkan bahwa Kebiasaan ini pertama kali dilakukan Ke masa pemerintahan Abbas I. Ke mana meriam ditembakkan dua kali Ke waktu berbuka puasa maupun menit-menit terakhir menjelang azan subuh.
Riwayat lain menyebutkan nama Khedive Ismail dan prajurit yang melakukan uji coba meriam yang bertepatan Bersama waktu magrib. Fatimah yang merupakan putri Untuk Khedive Setelahnya Itu menyebutkan bahwa hal tersebut harus dilakukan rutin sebagai tanda berbuka puasa. Riwayat ini menyebutkan bahwa meriam iftar disebut juga sebagai Kebiasaan meriam Fatimah.
Walau terdapat banyak kisah yang menceritakan asal mula lahirnya Kebiasaan meriam iftar, Komunitas Timur Ditengah tetap meyakini dan melestarikan Kebiasaan ini sebagai simbol Kekayaan Budaya Dunia yang sudah melekat Bersama bulan Ramadan.
Bangsa yang Punya Kebiasaan Meriam Iftar
Melansir informasi Untuk CNN Indonesia, Kebiasaan meriam iftar masih rutin dilakukan dan berikut lima Bangsa yang masih menjalankan Kebiasaan tersebut Di bulan Ramadan.
1. Midfa al-Iftar, Arab Saudi
Kebiasaan meriam iftar masih dilakukan Ke Arab Saudi hingga kini, membunyikan meriam menjadi tanda masuknya waktu berbuka puasa.
2. Ramazan Topu, Turki
Selain Jazirah Arab, turki juga menjadi salah satu Bangsa yang punya Kebiasaan meriam iftar. Namanya dikenal Bersama Ramazan Topu. Kebiasaan yang sudah ada Dari zaman Turki Utsmani ini masih dipertahankan Bersama Komunitas Istanbul, Edirne, dan Kars hingga Di ini.
3. Meriam Istana Naif, Kuwait
Kebiasaan meriam iftar Ke Kuwait dimulai Dari pemerintahan Sheikh Mubarak al-Sabah tahun 1907. Disebut Meriam Istana Naif, Sebab meriam penanda waktu berbuka ini Berencana dibunyikan Ke Istana Naif Bersama petugas berseragam merah.
4. Meriam Sultan Khos Qadam, Mesir
Ke Mesir Kebiasaan meriam iftar sudah dimulai Dari tahun 1467 Bersama Sultan Khosh Qadam Di melakukan uji coba Ke meriam yang dilakukan Ke waktu menjelang maghrib. Kebiasaan ini Setelahnya Itu berkembang hingga Di Kaisaran Ottoman.
5. Meriam Masjid al-Araf, Indonesia
Indonesia ternyata juga punya Kebiasaan meriam iftar lho. Meriam Masjid al-Araf merupakan Kebiasaan membunyikan meriam yang dilakukan Ke Masjid al-Araf, Rangkasbitung, Banten. Meriam sundut ini terbuat Untuk bahan karbit dan dimasukkan Di Untuk pipa besi berdiameter 40 centimeter.
Meski kini Komunitas sudah Memiliki jam digital, Gadget Lunak penunjuk waktu salat, hingga pengeras suara masjid, Kebiasaan meriam iftar tetap dipertahankan sebagai Dibagian Untuk warisan Kekayaan Budaya Dunia Ramadan.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Iftar Bersama Menu Khas Nusantara Ke Resto Hotel Bintang 5 “
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mengenal Kebiasaan Meriam Iftar, Simbol Waktu Berbuka Puasa Ke Timur Ditengah











