Makan Mie Instan Setiap Hari, Seberapa Bahaya Untuk Tubuh?



Jakarta

Mie instan sudah lama Bersama Sebab Itu Konsumsi ‘penyelamat’ Di lapar Menyapu, Lantaran praktis, murah, dan hanya butuh beberapa menit Untuk disajikan. Tapi, kalau dimakan setiap hari, apa dampaknya Untuk Keadaan?

Melansir Bersama ABC Asia (8/8), mie instan memang unggul Bersama sisi kepraktisan. Tak heran banyak orang menjadikannya sebagai menu andalan.

Tetapi, jika dilihat Bersama kandungan gizinya, Konsumsi ini Memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. Sebungkus mie instan umumnya terdiri Bersama mie berbahan dasar tepung terigu olahan dan bumbu instan kemasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski beberapa produk menambahkan sayuran kering atau varian rasa tertentu, tapi kandungan nutrisinya tetap relatif serupa. Salah satu yang paling menonjol adalah kadar sodium atau garamnya yang tinggi, berkisar Ditengah 600 hingga 1.500 miligram per porsi.

Angka tersebut sudah mendekati batas harian konsumsi sodium yang direkomendasikan World Health Organization (WHO), yaitu kurang Bersama 2.000 miligram sodium per hari.

Asupan garam berlebih secara terus-menerus dapat Meningkatkan tekanan darah. Di jangka panjang, Situasi ini berkaitan Bersama risiko Gangguan jantung dan masalah Ke ginjal. Artinya, jika mie instan dikonsumsi terlalu sering, beban kerja organ-organ tersebut bisa Menimbulkan Kekhawatiran.

Tak hanya soal garam, mie instan juga cenderung rendah serat. Mie instan terbuat Bersama tepung terigu putih yang telah Melewati proses penggilingan halus, Agar kandungan serat alaminya berkurang.

Padahal, serat berperan penting Di menjaga Keadaan pencernaan serta membantu mengontrol kadar gula darah. Kekurangan serat Di pola makan harian dapat berdampak Ke fungsi usus dan rasa kenyang yang kurang bertahan lama.

Bersama sisi protein dan mikronutrien seperti vitamin serta mineral, mie instan juga tergolong minim. Konsumsi ini memang mengenyangkan Lantaran tinggi karbohidrat, tetapi tanpa tambahan sumber protein atau sayuran. Hal tersebut membuat nilai gizinya menjadi tidak seimbang.

Ke Korea Selatan, diketahui orang dewasa yang mengonsumsi mie instan lebih Bersama 2 kali per minggu dapat Meningkatkan risiko sindrom metabolik. Sindrom ini merupakan kumpulan Situasi yang dapat Meningkatkan risiko Gangguan jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan Keadaan lainnya.

Meski demikian, bukan berarti mie instan harus dihindari sepenuhnya. Jika dikonsumsi sesekali dan dipadukan Bersama bahan bergizi seperti sayuran atau sumber protein, dampaknya tentu berbeda dibandingkan jika menjadi menu utama setiap hari. Jadikan mie instan sebagai Konsumsi rekreasional.

(yms/adr)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Makan Mie Instan Setiap Hari, Seberapa Bahaya Untuk Tubuh?

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้