Kepemimpinan Pembelajaran yang memberi Makna

loading…

Muhammad Irfanudin Kurniawan Dosen Manajemen Pembelajaran Islam Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Foto/UDN Jakarta.

Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Manajemen Pembelajaran Islam Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Pembelajaran Islam tidak kekurangan teori kepemimpinan. Perpustakaan kita penuh Bersama kitab-kitab tentang sifat pemimpin, syarat-syaratnya, dan Cara mengelola lembaga. Yang ia kekurangan—dan inilah krisis utama Pada ini adalah pemimpin yang hadir sebagai teori itu sendiri.

Pemimpin yang tubuhnya adalah kurikulum, ucapannya adalah silabus, dan tindakannya adalah mata pelajaran.

Ke sinilah Al-Qur’an menawarkan satu Konsep yang jauh lebih radikal Bersama sekadar “role model” yaitu uswatun hasanah.

Bersama Role Model Ke Living Curriculum

Allah SWT berfirman: “Sungguh telah ada Ke diri Rasulullah itu uswatun hasanah bagimu, yaitu Bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah” (QS al-Ahzab: 21).

Prof. Quraish Shihab Di Tafsir Al-Misbah menjelaskan, kata uswah berarti “keadaan seseorang yang diikuti Bersama orang lain”, keadaan yang meliputi seluruh totalitas diri, bukan sekadar atribut.

Sambil hasanah berarti “baik” secara komprehensif, meliputi lahir dan batin. Artinya, keteladanan Di Islam bukan tentang Penampilan sesaat Ke panggung, melainkan tentang keutuhan eksistensi.

Teori social learning Albert Bandura (1977) mengajarkan bahwa manusia belajar Lewat observasi Di model. Akan Tetapi ia berhenti Ke ranah perilaku (behavioral modeling). Konsep uswatun hasanah melampaui itu, ia menuntut keselarasan Antara qalb (hati), ‘aql (akal), dan ‘amal (tindakan). Di bahasa tasawuf Pembelajaran, ini disebut tazkiyah, pembersihan jiwa yang menjadi prasyarat Sebelumnya seseorang mengajar dan memimpin.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kepemimpinan Pembelajaran yang memberi Makna

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้