Wisata  

Jepang Bakal Perketat Perpindahan Penduduk Untuk Turis Didalam 74 Bangsa, Indonesia Termasuk?



Tokyo

Jepang Untuk bersiap Untuk Memperkenalkan sistem masuk Terbaru Untuk turis Didalam 74 Bangsa. Negeri Sakura Akansegera memperketat kedatangan turis.

Badan Layanan Perpindahan Penduduk Jepang berencana Untuk mengandalkan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Untuk menyaring turis. Tak lagi berhadapan langsung Didalam petugas Perpindahan Penduduk, turis harus mengirimkan data Melewati sistem penyaringan pra-perjalanan daring Terbaru yang dikenal sebagai Sistem Elektronik Jepang Untuk Otorisasi Perjalanan (JESTA) terlebih dahulu, seperti dikutip Didalam Kyodo News Ke Minggu (15/3/2026).

JESTA Akansegera diluncurkan Ke tahun 2028. Sistem ini mengharuskan pengunjung Untuk Berkata tujuan perjalanan dan informasi lainnya secara daring Sebelumnya bepergian. Otoritas Perpindahan Penduduk Lalu Akansegera Menyediakan atau menolak izin masuk terlebih dahulu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika ditolak, artinya individu tersebut dicurigai Berpeluang tinggal melebihi batas waktu (overstay) dan tidak diperkenankan Untuk naik pesawat Didalam titik keberangkatan mereka.

Sesudah tiba, turis Akansegera menjalani pengambilan sidik jari dan foto wajah Melewati KIOSk (Kios Terpadu), tablet digital yang memproses pemeriksaan Perpindahan Penduduk dan bea cukai. Jika tidak ada masalah yang terdeteksi Ke kunjungan Sebelumnya Itu, pengunjung Akansegera diizinkan Untuk langsung melewati gerbang otomatis Untuk memasuki Bangsa tersebut.

Petugas Perpindahan Penduduk Akansegera tetap ditempatkan Ke Didekat gerbang dan dapat melakukan pemeriksaan tatap muka jika ditemukan perilaku yang mencurigakan.

Sistem KIOSk Di ini tersedia Ke bandara Narita, Haneda, Kansai, dan Fukuoka. Pemerintah berniat Untuk memperluas sistem Ke bandara tambahan Ke masa mendatang.

Prosedur pemeriksaan otomatis Terbaru ini Akansegera berlaku Untuk pengunjung Didalam 74 Bangsa dan Area yang Di ini dikecualikan Didalam visa tinggal singkat, termasuk Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Korea, Australia, dan Selandia Terbaru.

Langkah-langkah penyederhanaan masuk Jepang dilakukan Ke Ditengah lonjakan Wisata Internasional masuk, yang mencapai Catatan 42,7 juta pengunjung Foreign Ke tahun 2025. Pemerintah bertujuan Untuk Memikat 60 juta pengunjung Ke tahun 2030.

Ke Di yang sama, lonjakan Wisata Internasional masuk menimbulkan kekhawatiran tentang Wisata Internasional yang berlebihan atau overtourism. Media lokal, mengutip laporan berita Jepang, mengatakan pemerintah Jepang Untuk Berusaha memperluas sistem harga ganda, atau harga dua tingkat, Ke tahun 2031, Ke mana wisatawan Foreign Akansegera membayar dua hingga tiga kali lebih banyak daripada penduduk lokal Untuk atraksi dan layanan transportasi tertentu. Langkah ini bertujuan Untuk mengimbangi meningkatnya biaya pemeliharaan infrastruktur dan layanan Yang Terkait Didalam Wisata Internasional.

(bnl/wsw)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jepang Bakal Perketat Perpindahan Penduduk Untuk Turis Didalam 74 Bangsa, Indonesia Termasuk?

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้