Jakarta, CNN Indonesia —
Ford Kendaraan Bermotor Roda Dua melakukan pengurangan nilai aset sebesar US$19,5 miliar (Rp325,55 triliun, kurs Rp16.695) serta menghentikan beberapa model Kendaraan Pribadi Elektrik imbas arah Terbaru Aturan Trump dan penurunan pembelian Kendaraan Pribadi Elektrik (EV) Hingga Amerika Serikat (AS).
Bersama total kerugian itu, Disekitar US$8,5 miliar (Rp141,8 triliun) berasal Bersama pembatalan Wacana model EV, US$6 miliar (Rp100,1 triliun) Yang Berhubungan Bersama pembubaran joint venture baterai Bersama perusahaan Korea Selatan SK On serta US$5 miliar (Rp83 triliun) Untuk biaya lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua kerugian itu Berencana didistribusikan Bersama porsi terbesar dibebankan Di kuartal keempat dan sisanya dialokasikan hingga 2027.
CEO Ford Jim Farley mengatakan keputusan ini merupakan respons perusahaan akibat guncangan Di pasar Produsen Kendaraan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ketika pasar benar-benar berubah Di beberapa bulan terakhir, itulah yang menjadi pendorong Untuk kami Untuk Membahas keputusan tersebut,” kata Jim Di Senin (15/12), seperti dikutip Reuters.
Aturan Trump yang mencabut Dukungan federal Untuk EV dan melonggarkan aturan emisi gas buang Merangsang produsen menjual lebih banyak kendaraan berbasis fosil.
Penjualan EV Hingga AS turun 40 persen Di November diikuti berakhirnya kredit Iuran Wajib konsumen sebesar US$7,5 ribu (Disekitar Rp125 juta) Di 30 September.
Setop F-150 Lightning
Pikap listrik F-150 Lightning termasuk yang terdampak Bersama Penurunan Permintaan sebesar 10 persen hingga November tahun ini dibanding periode yang sama tahun Sebelumnya.
Sebagai respons, Ford Berencana menggantikan Pembaruan generasi Terbaru F-150 Lightning lantas menggantinya Bersama model hybrid jenis range-extended electric vehicle (EREV).
Wacana peluncuran generasi Terbaru T3 dan Pembaruan van komersial listrik dibatalkan.
Kepala Operasi Kendaraan Bensin dan Listrik Ford Andrew Frick mengatakan jajaran EV Hingga masa mendatang Berencana dialihkan Di model yang lebih murah. Ford mematok harga sebesar US$30 ribu (Disekitar Rp500 juta) Untuk model pertama yang Berencana dijual 2027.
“Daripada menghabiskan miliaran Matauang Asing lebih banyak Untuk Sepeda Listrik besar yang sekarang tidak Memiliki jalan Di profitabilitas, kami Membagikan uang itu Hingga area yang menghasilkan pengembalian lebih tinggi,” pungkas Andrew.
(iqb/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Ford Mundur Teratur Bersama Kendaraan Pribadi Elektrik









