Jakarta, CNN Indonesia —
BYD telah membentuk Regu yang terdiri lebih Bersama 5.000 orang dan Berencana Mengalokasikan 100 miliar yuan (Disekitar Rp239,3 triliun, kurs Rp2.393) Untuk Pembaruan Keahlian asisten mengemudi pintar atau ADAS (Advanced Driver Assistance System).
Produsen asal China ini menganggap Kendaraan Pribadi bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan ‘entitas cerdas’ Di era Duniamaya of Things.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, penetrasi pasar kendaraan penumpang Bersama sistem Dukungan mengemudi pintar mencapai 62,58 persen Di Tiongkok Bersama Januari hingga Juli 2025.
BYD sempat Melakukan kemampuan parkir otonom level 4 (L4) Untuk sistem “God’s Eye” Di awal Juli 2025. Data terakhir Menunjukkan sudah ada 2,5 juta unit kendaraan yang dilengkapi sistem ini per Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
God’s Eye BYD kini menjadi basis data cloud kendaraan terbesar Di China Bersama 150 juta km data mengemudi setiap harinya.
Samping Itu, produsen asal China ini juga Berusaha Meningkatkan nilai Kendaraan Pribadi, Bersama sekadar alat transportasi menjadi Dibagian Bersama Life Style, Melewati berbagai fitur seperti integrasi drone, kontrol Tempattinggal pintar, serta asisten mengemudi canggih Di seluruh lini produknya.
Di depannya, berbagai produsen Kendaraan Pribadi China Memusatkan Perhatian Membuat Keahlian Kendaraan Pribadi otonom level 3 (L3). Xpeng, Arcfox, dan Deepal belakangan ini memperoleh lisensi uji jalan L3 Di Tiongkok yang memungkinkan pengoperasian kendaraan secara otonom Di lingkungan tertentu.
(iqb/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: BYD Kucurkan Rp293 T, Bentuk Regu 5.000 Orang Kembangkan ADAS











