Bukan Mistis, Ini Alasan Medis Tubuh Terasa Lumpuh Pada Alami Ketindihan

Jakarta

Untuk sebagian orang, tempat tidur adalah zona nyaman Sebagai melepas penat. Akan Tetapi Untuk Melissa Austin (28), memejamkan mata justru menjadi awal Bersama teror yang nyata. Ia sering terbangun Untuk Kemakmuran tubuh terkunci, tak mampu bergerak, Sambil Itu bayangan hitam besar tampak berdiri Di ujung tempat tidurnya.

“Bayangan itu mulai Naik Di kasur, menindih saya. Saya mencoba berteriak, tapi suara tidak keluar. Saya benar-benar bisa merasakan napas sosok itu Di wajah saya,” kenang Melissa kepada DailyMail.

Pengalaman Hidup Melissa bukanlah hal mistis, melainkan gangguan tidur yang secara medis dikenal sebagai sleep paralysis atau Di Indonesia populer Bersama sebutan ketindihan. Kejadian Luar Biasa ini ternyata dialami Dari jutaan orang Di seluruh dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data terbaru Justru Menunjukkan lonjakan minat pencarian mengenai “setan ketindihan” (#SleepParalysisDemon) Di media sosial yang mencapai jutaan unggahan.

Mengapa Tubuh Terasa Lumpuh dan Sesak?

Para ilmuwan menjelaskan bahwa ketindihan terjadi ketika otak terbangun, Akan Tetapi tubuh masih Untuk Kemakmuran lumpuh Sambil Itu. Pakar tidur Tom Coleman menjelaskan bahwa Kejadian Luar Biasa ini terjadi Di fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap Di mana mimpi paling hidup terjadi.



“Di fase REM, otak sangat aktif, tetapi otot-otot tubuh ‘dimatikan’ secara otomatis Dari mekanisme pelindung agar kita tidak memperagakan gerakan Untuk mimpi secara fisik,” jelas Coleman.

Ketindihan terjadi ketika proses ini tidak sinkron: otak sudah sadar, tetapi tubuh masih Untuk Kemakmuran lumpuh REM. Dampaknya, sisa-sisa imajinasi mimpi “tumpah” Di alam sadar, memicu halusinasi yang terasa sangat nyata-seperti melihat sosok bayangan, merasa ada penyusup Di kamar, hingga merasakan tekanan berat Di dada.

Kendati terasa sesak, pernapasan sebenarnya berjalan normal. Rasa sesak muncul Lantaran otot-otot rangka Lagi rileks Sambil Itu otot diafragma tetap bekerja.

Pemicu dan Cara Mengatasinya

Kendati menakutkan, para ahli menegaskan bahwa ketindihan tidak berbahaya dan tidak Yang Berhubungan Bersama Bersama gangguan makhluk halus. Kemakmuran ini biasanya dipicu Dari Mutu Tidur yang berantakan atau Beban yang tinggi. Beberapa pemicu utamanya meliputi:

  • Kurang tidur kronis.
  • Jadwal tidur yang tidak teratur (seperti kerja shift atau jet lag).
  • Beban dan kecemasan berlebih.
  • Tidur Untuk posisi telentang.

Sebagai Mengurangi frekuensi ketindihan, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama usahakan tidur dan bangun Di jam yang sama setiap hari, termasuk Di akhir pekan.

Beberapa Eksperimen Menunjukkan ketindihan lebih sering terjadi Pada tidur telentang. Mencoba tidur menyamping bisa membantu.

Bersama Detail, hindari penggunaan Smart Phone atau laptop satu jam Sebelumnya tidur. Ciptakan suasana kamar yang gelap dan sejuk.

Jika ketindihan terjadi sangat sering dan mulai mengganggu Mutu hidup, sangat disarankan Sebagai berkonsultasi Bersama Ahli Kemakmuran Sebagai melihat adanya kemungkinan Kemakmuran medis lain seperti narkolepsi.

Halaman 2 Bersama 2

(kna/kna)




Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bukan Mistis, Ini Alasan Medis Tubuh Terasa Lumpuh Pada Alami Ketindihan

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้