loading…
Harga Bitcoin Merasakan koreksi Setelahnya hasil pertemuan FOMC Memberi sinyal Aturan moneter yang tetap ketat. FOTO/iStock
“Keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi Fluktuasi Harga Menunjukkan arah Aturan The Fed yang masih cenderung hawkish. Pasar pun Menyita sinyal bahwa Fluktuasi Harga belum turun secepat harapan, Agar likuiditas Di aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Sabtu (21/3/2026).
Antony menambahkan bahwa pergerakan pasar Pada ini sangat dipengaruhi Bersama ekspektasi Terbaru investor Pada Aturan moneter Dunia. Meski terjadi koreksi Disekitar 7% hingga 8%, ia menilai Kejadian Luar Biasa ini sebagai Dibagian Bersama penyesuaian pasar yang wajar Pada dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang.
Baca Juga: Pertempuran Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Sebelumnya sentimen FOMC mengemuka, Bitcoin sebenarnya sempat menguat mendekati level USD76.000 Di Selasa (17/3). Penguatan tersebut didorong Bersama aliran dana institusional Di spot Bitcoin ETF yang mencapai USD199,37 juta, menandakan minat investor besar yang tetap terjaga Di Ditengah volatilitas tinggi.
Untuk pernyataan resminya, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga Di masa Di Berencana sangat bergantung Di perkembangan data Fluktuasi Harga. Ketidakpastian Dunia, termasuk konflik Di Timur Ditengah dan Fluktuasi Harga energi, membuat ruang Untuk pelonggaran Aturan moneter Untuk waktu Didekat menjadi Lebih terbatas.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish











