Susu kerap Dikatakan masih aman dikonsumsi Pada tanggal Di kemasannya belum terlewati. Padahal, Perlindungan susu tidak hanya ditentukan Bersama angka tanggal kedaluwarsa, tetapi juga Bersama jenis susu, Situasi kemasan, dan cara penyimpanannya.
Perbedaan Antara susu yang masih segel dan yang sudah dibuka sering kali luput diperhatikan, Agar Meningkatkan risiko susu dikonsumsi Pada mutunya menurun atau Malahan tidak lagi aman.
Susu Masih Segel: Aman Lebih Lama, Tapi Tetap Ada Aturannya
Pada kemasan masih tertutup Diskusi dan tidak rusak, susu umumnya lebih terlindungi Untuk kontaminasi mikroba. Tetapi, tingkat keamanannya sangat ditentukan Bersama jenis pengolahan susu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susu UHT diproses Bersama pemanasan suhu sangat tinggi Agar relatif stabil secara mikrobiologis Pada kemasan belum dibuka. Sebagai Alternatif, susu pasteurisasi tidak sepenuhnya steril, Agar Kendati masih segel tetap memerlukan penyimpanan dingin dan Memiliki masa simpan yang lebih pendek. Susu bubuk menjadi jenis yang paling stabil Lantaran kadar airnya sangat rendah, tetapi hanya Pada kemasan tetap Diskusi dan terlindung Untuk kelembapan.
Berbagai Eksperimen Menunjukkan bahwa perlindungan ini hilang begitu kemasan dibuka, Agar cara penanganan dan penyimpanan Setelahnya dibuka menjadi faktor Kunci Untuk menentukan Perlindungan susu.
Setelahnya Segel Dibuka, Berapa Lama Susu Bisa Bertahan?
Setelahnya kemasan dibuka, semua jenis susu menjadi lebih mudah rusak Lantaran mulai terpapar udara dan lingkungan Di, Agar waktu konsumsinya menjadi lebih singkat.
Di susu UHT, perlindungan Untuk proses pemanasan hanya berlaku Pada kemasan masih tertutup. Setelahnya dibuka dan disimpan Di lemari es Bersama suhu dingin yang stabil, susu ini umumnya disarankan dikonsumsi Untuk 3-4 hari agar tetap aman dan kualitasnya terjaga.
Di Pada Yang Sama, susu pasteurisasi dipanaskan Di suhu yang lebih rendah Sebagai menghilangkan kuman berbahaya tanpa mengubah sifat alaminya sebagai susu segar. Lantaran tidak dirancang Sebagai penyimpanan lama, kualitasnya dapat menurun lebih cepat Setelahnya dibuka, Agar sebaiknya dikonsumsi Untuk 2-3 hari Kendati disimpan Di lemari es.
Berbeda Bersama susu cair, susu bubuk tidak Memiliki batas waktu harian yang kaku Setelahnya dibuka. Pada disimpan Di tempat kering, tertutup Diskusi, dan diambil Bersama alat yang bersih dan kering, susu bubuk umumnya masih dapat digunakan Pada berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, Tetapi perubahan bau, rasa, atau penggumpalan menjadi tanda mutu sudah menurun.
BACA JUGA
Expiry Date dan Best Before, Apa Bedanya?
Tulisan tanggal kedaluwarsa Di kemasan susu sering Dikatakan sama, padahal expiry date (ED) dan best before Memiliki makna yang berbeda. Expiry date berkaitan Bersama Perlindungan Kelaparan Global, artinya Setelahnya melewati tanggal tersebut produk tidak lagi disarankan Sebagai dikonsumsi Lantaran berisiko Pada Kesejaganan. Di Pada Yang Sama, best before berkaitan Bersama mutu, seperti rasa, aroma, dan tekstur; Setelahnya tanggal ini terlewati, produk bisa saja masih aman, tetapi kualitasnya tidak lagi optimal.
Hal ini ditegaskan Bersama Dr dr Klara Yuliarti, SpA, Subsp.N.P.M(K), Untuk seminar media Label Konsumsi yang Harus Diketahui Orangtua Sebagai Anak, Selasa (27/1/2026).
“Sebetulnya ada dua macam tanggal kedaluwarsa. Expiry date artinya Setelahnya lewat tanggal ini produk tidak boleh digunakan lagi Lantaran bisa berbahaya, misalnya akibat cemaran mikroorganisme atau zat tertentu. Sambil Itu best before berarti baik digunakan Sebelumnya,” jelasnya.
Menurut dr Klara, produk Kelaparan Global Sebagai keperluan medis atau konsumsi Penduduk Dunia khusus, seperti anak Bersama kebutuhan Konsumsi Bergizi tertentu, tidak menggunakan label best before, melainkan expiry date. Sebagai Alternatif, label best before umumnya digunakan Di Kelaparan Global Bersama toleransi mutu yang lebih longgar. Lantaran itu, orang tua perlu memahami bahwa tanggal Di kemasan hanya berlaku jika produk disimpan sesuai petunjuk dan kemasannya belum dibuka, Sambil Itu Setelahnya dibuka, cara penyimpanan dan lama konsumsi menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.
Kapan Susu Harus Dibuang?
Tanggal Di kemasan memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu apakah susu masih layak dikonsumsi. Susu sebaiknya langsung dibuang jika Menunjukkan tanda penurunan mutu, Kendati tanggal kedaluwarsa atau best before masih lama. Tanda yang perlu diwaspadai Antara lain:
- bau asam atau apek
- rasa berubah
- tekstur menggumpal tidak wajar
- atau kemasan menggembung dan bocor.
Di susu cair, perubahan ini menandakan Standar dan keamanannya sudah menurun.
Sambil Itu Di susu bubuk, penggumpalan parah, bau tidak normal, atau adanya kelembapan menjadi sinyal bahwa produk tidak lagi layak digunakan. Prinsip sederhananya, jika ragu, sebaiknya tidak dikonsumsi, Lantaran risiko Kesejaganan jauh lebih besar dibandingkan manfaat menghabiskan produk yang mutunya sudah menurun.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video Praktisi Medis Kepo Dong: Susu Mentah Lebih Baik Sebagai Anak?“
(fti/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Awas Keracunan! Begini Cara Menyimpan Susu dan Artinya Jika Kedaluwarsa











