loading…
Bangkai pesawat F-15E Di Iran. FOTO/ The Guradian
Menurut para pejabat AS dan sejumlah media berita internasional, ini Disorot sebagai salah satu misi operasi khusus paling kompleks dan berisiko Di sejarah militer AS.
Segera Sesudah F-15E terkena tembakan Iran dan jatuh Di Daerah Iran, kedua awak pesawat terpaksa terjun payung. Salah satu Bersama mereka diselamatkan beberapa jam Lalu. Yang lainnya – seorang petugas sistem senjata (WSO) – terluka dan terjebak Di pegunungan terjal Di barat daya Iran.
Pilot tersebut menggunakan Kemahiran bertahan hidup SERE (Survival; Evasion; Resistance; and Escape), bersembunyi Di medan berbatu dan menjaga komunikasi Lewat pelacak darurat.
Data lokasi waktu nyata Bersama Gadget ini menjadi elemen Kunci Di membantu militer AS Menyusun Wacana penyelamatan.
Operasi tersebut Bersama cepat berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Sambil Itu AS mengerahkan pasukan pencarian dan penyelamatan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara bersamaan Mengintroduksi pencarian Pada pilot tersebut.
Kedua pihak bergerak mendekati area yang sama. AS menggunakan serangan udara Sebagai mencegah konvoi Iran mendekat, menciptakan koridor aman Sebagai operasi tersebut. Seorang pejabat menggambarkannya sebagai “rentetan tembakan hebat” yang bertujuan Sebagai memutus jalur akses musuh.
Di Pada Yang Sama, sistem Informasi multidisiplin—termasuk satelit, pengawasan elektronik, dan Keselamatan siber—terus memperbarui lokasi target Hingga pusat komando Di Washington, tempat Pemimpin Negara Donald Trump Meninjau perkembangan Bersama cermat.
Salah satu faktor penentu adalah Pencalonan Politik pengalihan perhatian yang dilancarkan Dari CIA.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS Gunakan Ilmu Pengetahuan Ini Sebagai Menyelamatkan Pilot F-15E Di Iran











