Selain kekurangan gizi kronis atau stunting, masalah obesitas juga sering dijumpai Di anak. Seperti yang diketahui, obesitas dapat menjadi ‘pintu masuk’ Untuk berbagai macam Penyakit.
Meski begitu, menurunkan berat badan Di anak tidak boleh dilakukan sembarangan seperti halnya Asupan Konsumsi orang dewasa. Menurut Ahli Kepuasan spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, SpA ada pendekatan-pendekatan khusus sesuai usia yang mesti diperhatikan orang tua.
“Kalau bayi-bayi kan nggak Mungkin Saja kita suruh Latihan. Karena Itu masing-masing usia itu beda-beda. Tapi paling sering terjadi obesitas kan Di anak-anak usia sekolah,” kata dr Ian Untuk Kegiatan ‘Pejuang Berat Badan Anak’ Sarihusada, Senin (9/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nomor satu yang harus dibatasi adalah jangan dikasih susu. Nggak boleh lebih Untuk 450 ml sehari, Sebab banyak banget yang minum susu sampai satu liter katanya,” sambungnya.
|
Sesi diskusi tiga narasumber Hingga Health Corner Sarihudasa ‘Pejuang Berat Badan Anak’ Foto: Ari Saputra/detikHealth
|
Lalu, menurut dr Ian jangan Menyediakan camilan-camilan yang tinggi gula kepada anak obesitas. Sebagai gantinya, camilan bisa diubah menjadi buah.
“Lalu kalau makan, saya sih nggak nyaranin makannya dikurangin, nggak bisa. Dan harus bertahap, misalnya kalau makan sehari 6 kali, yaudah turunin perlahan Karena Itu lima atau empat kali,” katanya.
“Mungkin Saja jumlahnya masih sama, tapi proporsi kalorinya dikurangin. Jangan yang goreng-gorengan kata gitu,” sambungnya.
dr Ian menambahkan Untuk anak usia sekolah dasar yang obesitas, orang tua wajib mengarahkan mereka Untuk melakukan Olah Raga atau Latihan.
“Bisa Kegiatan Untuk hingga berat, kira-kira 3×30 menit Untuk seminggu,” tutupnya.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Health Corner: Peluncuran Promosi Politik Pejuang Berat Badan Anak“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ahli Kepuasan Bagikan Cara Aman Asupan Konsumsi Untuk Anak Obesitas, Bisa Ditiru Nih Moms











