loading…
Pemerintah Indonesia bersama pelaku industri kehutanan nasional Melakukan forum Usaha bertajuk Navigating U.S. Market Access for Indonesian Forest Products: Trade, Legality, and Sustainability Di Washington DC, Kamis (14/5/2026). Foto/Dok. SindoNews
Forum tersebut mempertemukan para stakeholders. Mulai Untuk pemerintah, asosiasi industri kehutanan, serta pelaku usaha kedua Negeri Sebagai Menyoroti Kemungkinan pasar, legalitas kayu, Ketahanan, hingga penguatan rantai pasok produk hutan Indonesia Di pasar Internasional. Baca juga: APKI Dukung Pembaruan Pasar Karbon Kehutanan Perkuat Daya Saing Industri Hijau
Dubes Indonesia Sebagai Amerika Serikat, Indroyono Soesilo mengatakan, hubungan perdagangan Indonesia dan AS terus berkembang. Termasuk Di sektor produk kehutanan yang dinilai Memperoleh peran strategis Untuk mendukung Kemajuan ekonomi dan perdagangan berkelanjutan kedua Negeri.
Ia mengatakan AS masih menjadi salah satu pasar utama produk kehutanan Indonesia. Mulai Untuk plywood, pulp dan Alattulis, produk kayu olahan, furnitur, hingga berbagai produk bernilai tambah lainnya.
Ia menambahkan Gaya pasar Internasional kini Lebihterus menuntut transparansi, ketertelusuran, dan rantai pasok yang bertanggung jawab Agar kolaborasi antarpemerintah dan industri menjadi Lebihterus penting.
“Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemasok produk kehutanan legal dan berkelanjutan Melewati implementasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) yang menjadi sistem legalitas kayu nasional pertama yang bersifat wajib Di dunia,” katanya.
Di Pada Yang Sama, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti menjelaskan Indonesia telah membangun kerangka tata kelola kehutanan nasional yang mengintegrasikan aspek legalitas, Ketahanan, ketertelusuran, dan verifikasi independen Melewati SVLK. Sistem tersebut terus diperkuat mengikuti perkembangan regulasi internasional termasuk kebutuhan pasar AS.
Menurut dia, SVLK dikembangkan sejalan Di berbagai Keputusan Internasional seperti U.S. Lacey Act, European Union Deforestation Regulation (EUDR), hingga regulasi kehutanan Di Jepang, Korea Selatan, dan Australia. “SVLK membantu pembeli dan importir memahami asal-usul produk, memastikan kepatuhan, serta memperkuat kepercayaan Pada rantai pasok produk kehutanan Indonesia,” katanya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Ketahanan











