Jakarta, CNN Indonesia —
Kantuk Di mengemudi jarak jauh seperti mudik sangat berbahaya. Selain dapat mengganggu konsentrasi mengemudi, memaksa tetap nyetir Di kesadaran tak lagi kuat menahan jatuhnya kelopak mata bisa berujung microsleep.
Pengamat dan Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan ada tiga penyebab kantuk ketika mengemudi.
“Ya, Karena Itu kalau mengemudi ngantuk tuh biasanya durasinya panjang atau cuacanya panas atau suasananya boring,” kata Sony.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nah, tiga hal itu biasanya memicu rasa ngantuk yang nanti Berencana berujung Hingga microsleep,” tambahnya.
Microsleep atau hilangnya kesadaran secara singkat dapat berbahaya. Ketika pengemudi tertidur sekejap, otak kehilangan kesadaran Supaya kendali atas Kendaraan Pribadi hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan bisa terjadi hanya Di hitungan detik atau Malahan milidetik. Di microsleep terjadi Kendaraan Pribadi bisa saja keluar jalur, tak mengerem padahal objek Hingga Didepan sudah Didekat, tak bisa menghindari lubang besar atau Tindak Kejahatan lainnya yang membahayakan.
Didalam karenanya, penting mengatasi rasa kantuk Di mengemudi jarak jauh agar memastikan pemudik selamat sampai Hingga tujuan.
Gerakan rahang pompa oksigen
Menurut Sony, rasa kantuk Di mengemudi dapat diatasi Didalam menerapkan commentary driving. Mekanismenya, pengemudi menerjemahkan objek-objek Berpotensi Untuk bahaya menjadi sebuah kalimat lewat percakapan.
“Cara mengatasi Di mengemudi terus Berjuang Didalam ngantuk, itu bisa lewat pertama commentary driving. Commentary driving itu kan kita berbicara Lalu menerjemahkan objek-objek yang Berpotensi Untuk bahaya menjadi sebuah kalimat lewat sebuah percakapan, kan,” ujarnya.
Metode ini terbilang efektif Sebab ketika pengemudi berbicara, rahang ikut bergerak dan oksigen terpompa Hingga otak. Aliran oksigen lancar Hingga otak dapat Meningkatkan fokus Supaya meminimalkan rasa kantuk ketika mengemudi.
“Ketika kita mengemudi sambil berbicara, itu rahangnya tuh kan bergerak-gerak. Ketika rahang bergerak-gerak, otomatis oksigen itu Berencana terpompa sampai otak. Ketika terpompa sampai otak, otomatis (…) otak ini tidak Berencana kekurangan oksigen dan mengemudinya bisa lebih fokus. Itu yang nomor satu harus dilakukan Didalam pengemudi,” jelas Sony.
Istirahat Sebelumnya ngantuk
Cara kedua berkaitan Didalam durasi istirahat. Pengemudi tidak disarankan menunggu hingga kantuk terasa sangat berat Untuk memulai beristirahat.
“Lalu yang nomor dua ini berkaitan Didalam durasi istirahat dan activity istirahat. Karena Itu pastikan mengemudi jangan tunggu sampai capek misalnya, jangan tunggu sampai ngantuk,” ujarnya.
Apabila badan mulai terasa pegal Sesudah dua atau tiga jam perjalanan, segera kemudikan Kendaraan Pribadi Hingga rest area Untuk beristirahat sebentar.
“Hingga-set duduk yang bener, ketika memang dua atau tiga jam maksimal dia sudah mulai pegel-pegel, pastikan mobilnya arahkan Hingga rest area Untuk melakukan Karya me-refresh otot, saraf, sama otak,” kata Sony.
Istirahat sebenarnya tidak memerlukan waktu lama. Beristirahat Pada 15 menit sudah cukup efektif Meningkatkan fokus pengemudi.
“Nggak perlu lama-lama, paling cuma 15 menit, tetapi impact-nya adalah ketika melakukan perjalanan berikutnya biasanya si pengemudi ini lebih fokus, begitu,” tuturnya.
Jangan asal pilih navigator
Samping Itu, suasana mendukung Hingga Di kabin juga dapat Mengurangi rasa kantuk ketika mengemudi. Sesuaikan suasana kabin agar pengemudi lebih nyaman dan tidak mudah lelah.
“(Faktor) yang biasa mendukung kan suasana yang ada Hingga Di kabin ya. Kalau memang suasananya panas, pastikan pakai Kacamata riben misalnya. (…) Lalu pilih navigator yang memang sesuai,” jelas Sony.
Navigator dapat mendampingi pengemudi agar fokus tetap terjaga Di perjalanan jauh, tetapi pastikan pendamping bisa diandalkan.
“Pada perjalanan dia (navigator) bisa membantu, Lalu mengarahkan, menjaga, segala macam. Nah si navigator itu harus satu visi satu misi Hingga Di perjalanan. Jangan sampai nanti Hingga perjalanan bisa men-distraksi, bisa mengganggu, Malahan bisa menjadikan suasana nggak enak dan sebagainya. Karena Itu pilihlah navigator, (…) (yang) paling tidak dia bisa mengerti kita sebagai pengemudi, dia paham karakter kita dan bagaimana cara mengingatkan kita Pada perjalanan,” tuturnya.
Tetapi, jika terpaksa mengemudi seorang diri, pengemudi tetap dapat Meningkatkan kewaspadaan Hingga Di kabin Didalam menyalakan Alunan peningkat fokus.
“Tetapi ada beberapa memang yang bisa dilakukan Didalam pengemudi, misalnya ada yang Mungkin Saja senang dengar Alunan. Nah itu balik lagi kepada si pengemudinya sih,” tutupnya.
(iqb/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Tips Usir Ngantuk Di Nyetir Mudik Di Pakar Keselamatan Berkendara











