loading…
Kardus masuk surel Ke layar Mesin yang Menunjukkan betapa masifnya infiltrasi serangan siber yang kini menyasar celah kelalaian manusia Lewat korespondensi digital. Foto: Sindonews/ChatGPT
Lanskap Keselamatan digital Ke 2025 menandai pergeseran Strategi kriminal siber yang Lebih canggih dan terarah.
Berdasarkan data telemetri yang dirilis Dari Kaspersky, sebanyak 44,99% Bersama total lalu lintas surel Internasional Di 2025 dikategorikan sebagai spam.
Angka ini bukan sekadar statistik tumpukan pesan sampah, melainkan pintu masuk Untuk ancaman yang lebih berbahaya seperti Mengambil Keuntungan, phishing, hingga malware.
Sepanjang 2025, tercatat individu maupun User korporat Ke seluruh dunia harus Berusaha Mengatasi lebih Bersama 144 juta lampiran surel berbahaya. Jumlah ini mencerminkan lonjakan sebesar 15% jika dibandingkan Bersama capaian angka Di tahun Sebelumnya.
Data ini Menunjukkan bahwa meski sistem Keselamatan perusahaan terus ditingkatkan, pelaku kejahatan siber tetap menemukan celah Lewat volume serangan yang masif dan konten yang Lebih persuasif.
Asia Pasifik Ke Garis Di Ancaman
Secara geografis, Area Asia Pasifik menjadi target utama Bersama menguasai pangsa deteksi antivirus surel terbesar, yakni mencapai 30%.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Miris, Hampir Separuh Email yang Dikirim Ke 2025 Ternyata Racun Digital











