loading…
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Pada wawancara Di Inisiatif talkshow One on One Sindonews TV Ke Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026). Foto/Dok SindoNews
“Kami Berencana melibatkan pendamping-pendamping kami yang ada 30 ribu lebih Ke seluruh Indonesia Sebagai membantu ya, ground check, melihat Kebugaran setiap penerima manfaat,11 juta tersebut,” kata Gus Ipul Pada wawancara Di Inisiatif talkshow One on One Sindonews TV Ke Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Gus Ipul mengatakan, proses ground check dilakukan Sebagai mengetahui Kebugaran objektif Di penerima manfaat yang dinonaktifkan tersebut. Penonaktifan ini tidak Mengurangi jumlah penerima Pemberian, tetapi mengalihkan kepesertaan PBI-JK Di kelompok yang mampu Ke desil 6-10 Data Tunggal Sosial dan Peningkatan Ekonomi (DTSEN) kepada kelompok yang tidak mampu Ke desil 1-5 sesuai usulan Di Kelompok dan pemerintah Daerah. Proses pengalihan ini bukan Mutakhir sekarang terjadi, tetapi sudah dimulai Dari bulan Mei tahun 2025 dan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Puskesmas Dilarang Menolak Pasien BPJS PBI-JK Nonaktif!
Bagi Kelompok terdampak tetapi masih memerlukan layanan Kesejaganan dapat melakukan reaktivasi Di cepat sesuai Syarat dan mekanisme yang berlaku. Sebagai memastikan pasien Di Penyakit berat tidak kehilangan akses Terapi Ke Ditengah proses pemutakhiran data nasional, sebanyak 106 ribu penerima PBI-JK Di Penyakit katastropik atau kronis yang sempat dinonaktifkan Sebab adanya perubahan data juga sudah direaktivasi kembali secara otomatis.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mensos Kerahkan 30 Ribu Pendamping PKH Cek 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan











