Cerita Remaja 16 Tahun Mulai Rutin Botox, Takut Wajahnya Keriput Hingga Usia 30

Jakarta

Bagi Jazlyn Miller, jarum suntik yang menembus kulit wajahnya bukan lagi hal yang menakutkan. Hingga usianya yang Terbaru menginjak 16 tahun, remaja asal Alabama, AS ini sudah akrab Bersama Tatakan Penanganan klinik Keindahan. Alasannya, ia tidak ingin melihat ada satu pun kerutan Hingga wajahnya Di menginjak usia 30 tahun nanti.

“Saya ingin mencegahnya sekarang. Karena Itu ketika saya berumur 30 tahun, saya tetap terlihat glowing,” ungkap Jazlyn Di wawancaranya Bersama NYPost.

Awalnya, Jazlyn mengenal Botox Bagi alasan medis, yakni meredakan nyeri kronis Di otot rahangnya. Tetapi, Setelahnya merasakan sensasi wajah yang lebih kencang, ia memutuskan Bagi “langsung terjun sepenuhnya” Hingga dunia Makeup.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mulai meminta suntikan Hingga area dahi dan Disekitar mata Lantaran merasa wajahnya terlalu ekspresif.

Keputusan ini seketika menjadikannya buah bibir Hingga sekolah. Teman-teman sebayanya hingga para orang tua murid merasa terkejut dan tidak habis pikir.

“Banyak orang yang menghakimi, mereka bilang: ‘Berani-beraninya kamu melakukan Botox Hingga usia 16 tahun?'” ceritanya.

Malahan, sang ibu, Jessica Miller, ikut terkena imbasnya. Ia dihujani Komentar Bersama sesama ibu Lantaran Disorot membiarkan anaknya Membahas keputusan yang terlalu berisiko. Tetapi Bagi Jessica yang merupakan seorang aesthetician, ia hanya ingin anaknya merasa Kepercayaan Diri.

“Saya Berencana melakukan apa pun agar dia merasa cantik Hingga matanya sendiri,” tegas sang ibu.

Meski Memperoleh Komentar pedas, Jazlyn merasa suntikan rutin setiap tiga bulan sekali itu adalah bentuk Merawat Diri atau Penanganan diri, layaknya memakai Perawatan Kulit atau menata rambut Hingga salon.

Trend Populer ‘Beauty Anxiety’ Hingga Media Sosial

Kisah Jazlyn bukanlah satu-satunya. Hingga platform TikTok dan Instagram, Gaya remaja belasan tahun yang mencari ‘baby botox’ sebagai langkah Upaya Mencegah (preventative) Di meledak.

Dr Claudia Kim, seorang ahli bedah Makeup, menyebut Trend Populer ini didorong Bersama standar Keindahan digital yang tidak realistis.

“Ini bukan lagi sekadar rasa takut menjadi tua, tapi adanya pandangan negatif yang dilekatkan Di proses penuaan alami wajah,” jelasnya.

Remaja kini merasa cemas melihat garis halus sekecil apa pun Hingga wajah mereka Lantaran terus-menerus terpapar filter Lensa dan wajah-wajah “tanpa pori” Hingga media sosial.

Meski Jazlyn merasa lebih Kepercayaan Diri, para pakar Kesejajaran Menyediakan peringatan keras. Melakukan prosedur invasif Hingga usia Kemajuan Memiliki risiko jangka panjang yang belum banyak dipelajari secara mendalam.

Salah satunya termasuk ketergantungan Di jarum suntik Hingga usia muda dikhawatirkan merusak cara remaja melihat diri mereka sendiri tanpa Dukungan prosedur klinis.

Dr Douglas Monasebian, ahli bedah plastik, menegaskan tidak ada manfaat jangka panjang yang begitu darurat Agar tidak bisa menunggu sampai usia 18 atau 20 tahun.

“Biarkan mereka dewasa terlebih dahulu Bagi membuat keputusan sendiri Bagi tubuh mereka,” tegasnya.

Halaman 2 Bersama 2

(kna/kna)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Cerita Remaja 16 Tahun Mulai Rutin Botox, Takut Wajahnya Keriput Hingga Usia 30

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้