Wisata  

Pembantu Presiden Tim Menteri Wisata Internasional Klarifikasi soal ‘Disemprot’ Lembaga Legis Latif



Jakarta

Pembantu Presiden Tim Menteri Wisata Internasional Widiyanti Putri Wardhana meluruskan kabar yang menyebut dirinya ‘disemprot’ Komisi VII Lembaga Legis Latif Di Diskusi kerja Rabu 21 Januari 2026 lalu. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan muncul akibat kesalahpahaman konteks Diskusi.

“Tidak benar, Mas. Ini yang harus saya luruskan. Kami diundang Lembaga Legis Latif sebagai mitra Komisi VII dan tidak ada penolakan Diskusi,” ujar Widiyanti.

Ia menjelaskan, Di Diskusi tersebut dirinya Malahan telah menyampaikan kesiapan Sebagai mengikuti Diskusi hingga malam hari.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widiyanti menuturkan, pembahasan Diskusi yang cukup luas membuat pimpinan Komisi VII Lembaga Legis Latif akhirnya memutuskan Sebagai membagi Diskusi menjadi dua sesi dan melanjutkannya Di pekan berikutnya. Di Diskusi tersebut, pimpinan komisi juga menegaskan bahwa Diskusi merupakan tugas baik Bagi Pembantu Presiden Tim Menteri maupun anggota Lembaga Legis Latif.

“Pernyataan itu bukan ditujukan kepada saya saja, tapi kepada seluruh peserta Diskusi. Dari Sebab Itu kenapa seolah-olah saya yang kena semprot? Agak lucu ya,” ujarnya.

Ia menegaskan hubungan Antara Kementerian Wisata Internasional dan Komisi VII Lembaga Legis Latif berjalan baik sebagai mitra kerja yang saling menghormati.

Ke sisi lain, Widiyanti memaparkan kinerja sektor Wisata Internasional nasional yang terus Menunjukkan Gaya positif. Ia menyebut daya tarik Wisata Internasional Indonesia Ke mata wisatawan mancanegara (wisman) Lebihterus menguat, seiring Perkembangan kunjungan dan devisa.

“Capaian ini Menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Widiyanti.

Di Diskusi Kerja bersama Komisi VII Lembaga Legis Latif tersebut, Widiyanti menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan menjadi pengungkit utama devisa nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari-November 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 13,98 juta, Menimbulkan Kekhawatiran dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 12,66 juta kunjungan.

(ddn/ddn)



Dadan Kuswaraharja


Jurnalis detikcom. Bergabung Didalam dunia jurnalistik Sebelum 2004, aktif meliput berbagai event nasional dan internasional Didalam fokus Ke dunia Wisata Internasional.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pembantu Presiden Tim Menteri Wisata Internasional Klarifikasi soal ‘Disemprot’ Lembaga Legis Latif