Berdasarkan Eksperimen terbaru yang dilakukan Badan Kajian dan Pembaharuan Nasional (BRIN), sebanyak 1 Bersama 7 anak Di Indonesia Memiliki kadar logam berat timbal darah yang lebih tinggi daripada ambang batas. Eksperimen dilakukan Di 12 lokasi surveilans melibatkan 1.617 anak berusia 12-59 bulan.
Kepala Pusat Kajian Keadaan Komunitas dan Gizi BRIN Dr Wahyu Pudji Nugraheni, SKM, MKes mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan Kunci utama Pra-Penanganan paparan timbal yang bisa dilakukan orang tua.
Ia menceritakan Di Eksperimen banyak sumber paparan berasal Bersama tempat kerja orang tua. Ketika tidak membersihkan diri Setelahnya pulang, maka risiko paparan Lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Misalnya orang tua yang ayahnya bekerja Di pabrik Warna. Dia pulang, pulang Di Tempattinggal masih memakai baju bekas dia bekerja Di pabrik Warna. Itu sebenarnya Menyediakan paparan kepada istri, anak. Nah, itu mestinya harus bersih dulu, Mutakhir pegang anak,” ungkap Wahyu Ke awak media Di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Wahyu berpendapat Pelatihan berkaitan Bersama Pra-Penanganan paparan timbal harus lebih ditingkatkan. Menurutnya, kesadaran Komunitas berkaitan Bersama dampak Keadaan timbal masih cukup rendah.
“Bisa Jadi sosialisasi, komunikasi, Pelatihan itu memang masih belum masif Yang Terkait Bersama timbal darah. Ini Bisa Jadi masukan kami buat pemerintah Untuk lebih intensif dan lebih masih Menyediakan penyuluhan,” tambahnya.
Setelahnya Itu ia juga menyarankan penggunaan alat masak berbahan stainless steel yang relatif lebih aman Bersama timbal.
Sumber paparan lain yang jarang diketahui orang tua adalah Bersama mainan anak. Menurutnya, ini harus menjadi perhatian khusus terlebih anak-anak Memiliki kebiasaan memasukkan tangan atau benda Di Di mulut.
Maka Itu, perlu dilakukan pembersihan rutin Ke mainan, lingkungan, hingga tangan anak secara rutin.
Epidemiolog Vital Strategies Edwin Siswono yang juga terlibat Di Eksperimen menambahkan pentingnya konsumsi Minuman gizi seimbang. Minuman Bergizi yang bermanfaat Untuk mencegah efek Bersama timbal adalah kalsium dan zat besi.
“Perlu PHBS, Setelahnya Itu mengganti produk yang SNI (Standar Nasional Indonesia), ditambah Bersama konsumsi gizi seimbang. Sebab ternyata timbal yang sudah terlanjur masuk Di Di tubuh kita, itu masih bisa tertolong sedikit,” kata Edwin.
“Untuk gizinya itu biasanya salah satunya adalah mengonsumsi tinggi kalsium yang tinggi, lalu zat besi. Sebab timbal itu berkompetisi Bersama zat besi dan kalsium yang tinggi,” tandasnya.
Secara Keseluruhan, tips menghindari paparan logam berat timbal meliputi:
- Bersihkan Tempattinggal Bersama kain basah secara rutin.
- Mencuci tangan Sebelumnya makan.
- Ganti Pengganti Setelahnya bekerja.
- Buka alas kaki Sebelumnya masuk Di Tempattinggal.
- Konsumsi Minuman kaya kalsium, zat besi, dan vitamin C.
- Gunakan produk Bersama standar BPOM RI atau SNI.
- Periksakan anak secara rutin Di posyandu.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Influenza dan ISPA Marak Di RI, IDAI Tekankan Pentingnya PHBS“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 1 Bersama 7 Anak Di RI Terpapar Logam Berat Timbal, BRIN Beberkan Cara Mencegahnya











