Bisnis  

BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Daerah Terdampak Bencana Aceh

loading…

BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus Berusaha menormalisasi pasokan BBM Ke Provinsi Aceh. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Migas dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga terus Berusaha menormalisasi pasokan bahan bakar Migas (BBM) Ke Provinsi Aceh, khususnya Ke Daerah yang terdampak bencana, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Ditengah. Ke Umumnya, pasokan BBM Ke provinsi tersebut Di keadaan aman dan Sebagai Daerah terdampak, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.

Di melakukan kunjungan kerja Ke Provinsi Aceh, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas memastikan meski infrastruktur jalan banyak yang terputus, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau Kelompok hingga Di Daerah terpencil, seperti Ke Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

“Salah satu contoh akses yang masih terbatas adalah Ke Kabupaten Bener Meriah Ke mana aksesnya banyak yang putus, jembatan putus Lantaran longsor. Kita tahu, Di ini Provinsi Aceh diberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual (tidak menggunakan barcode). Harapannya agar Kelompok tidak panik buying, serta mempermudah Kelompok melakukan aktivitasnya sekaligus Sebagai menyalakan genset yang diberikan pemerintah Sebagai penerangan Sambil Itu Untuk Kelompok,” papar Wahyudi Di keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Sebagai informasi, Sebagai Provinsi Aceh, masa tanggap darurat bencana pertama berlaku Sebelum 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025 dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025. Lanjutnya, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Di ini tanggap darurat keempat berlaku mulai tanggal 9 Januari – 22 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan Kelompok terkena bencana serta upaya-upaya Penyembuhan pascabencana.

Wahyudi melanjutkan, akses Di Bener Meriah dan Aceh Ditengah yang masih Di perbaikan, menjadikan kapasitas armada Kendaraan Pribadi tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya Disekitar 8 kiloliter (KL). Kemakmuran ini mengharuskan Regu Ke lapangan menerapkan sistem khusus yaitu menggunakan jerigen atau drum yang disiapkan Pertamina Patra Niaga dan diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4×4 Sebagai masuk Di desa-desa yang terisolasi.

Suplai BBM Di Integrated Terminal Lhokseumawe Di periode tanggap darurat bencana ini juga disiapkan Ke Blang Rakal. Upaya ini Sebagai mempercepat distribusi BBM Sebagai Daerah yang sulit dijangkau Didalam Kendaraan Pribadi tangki besar, Supaya menggunakan Kendaraan Pribadi tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau Lokasi terdampak bencana yang letak geografisnya berada Ke Daerah pergunungan dan perbukitan dan akses jalan yang sulit

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Daerah Terdampak Bencana Aceh