Kawasan Konservasi Alam Depok atau Bersama nama resmi Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas menjalani revitalisasi besar-besaran. Hutan konservasi tertua Di Depok, Jawa Barat itu disulap Bersama Sebab Itu ekowisata dan Memperoleh jogging track.
Tahura Pancoran Mas berada Di Jl. Raya Cagar Alam, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Revitalisasi itu dimulai Sebelum Maret 2025 dan ditargetkan selesai Di akhir 2026.
Imam Mahdi, salah satu petugas Di Tahura Pancoran Mas, mengungkapkan bahwa proses revitalisasi mencakup berbagai aspek, termasuk infrastruktur dasar dan fasilitas tambahan. Revitalisasi itu bertujuan Sebagai Meningkatkan Pengalaman Hidup pengunjung Di masa Di.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di depannya itu ada jalur jogging track mengelilingi sisi pagar. Lebarnya Disekitar 1,5 meter. Jalurnya mengikuti liku-liku pohon, Bersama Sebab Itu tidak ada penebangan. Kita harus patuh Di undang-undang perlindungan pohon,” ujar Imam Di ditemui Di lokasi, Selasa (13/1/2026).
Selain jalur Berlarilah, renovasi juga menyasar kantor dinas yang sudah berusia Disekitar 60 tahun, pembangunan pos jaga Mutakhir, dan pemagaran area secara menyeluruh Sebagai menjaga Perlindungan kawasan.
|
Tahura Pancoran Mas, Depok (Hans Wilhem/detikTravel)
|
Kawasan seluas 7,2 hektar itu, dibagi menjadi tiga blok utama guna menjaga Kesejaganan Antara fungsi konservasi dan Wisata:
- Blok Pemanfaatan: Area yang bisa diakses sepenuhnya Bersama pengunjung.
- Blok Koleksi: Berisi berbagai jenis tanaman Sebagai keperluan Pembelajaran.
- Blok Perlindungan: Zona hijau yang tetap dibiarkan alami dan tidak boleh diapa-apakan.
“Kita Bagi zonanya agar pengelolaannya berjalan. Kalau tidak dikelola, nanti Bersama Sebab Itu liar dan orang bebas keluar masuk tanpa izin,” ujar Imam.
Pengunjung Ilegal dan Mitos Spiritual
Pada ini, Tahura Pancoran Mas kerap Berusaha Mengatasi kendala Perlindungan. Sebelumnya pagar tinggi dibangun, banyak warga masuk secara ilegal. Motifnya beragam, mulai Bersama sekadar nongkrong, bermain catur, Memutuskan tanaman Terapi, hingga mencari hal-hal berbau spiritual.
“Dulu masih suka ada yang masuk Sebagai ritual spiritual, itu masing-masing orang ya. Tapi sekarang Bersama pagar tinggi, akses lebih terkontrol. Kalau ketahuan ada yang menjebak burung atau merusak tanaman, langsung kami tegur dan arahkan Sebab ada Pembatasan hukumnya,” kata Imam.
Imam Mahdi, staf Di Tahura Pancoran Mas, Depok (Hans Wilhem/detikTravel) |
“Ya kalau ini kita langsung ini aja sih Di lokasi gitu. Kita himbau, kita arahkan gitu kan, kita kasih tahu gitu bahwa ini tuh jangan, bukan tempat seperti jebak-jebak burung atau apa pun gitu kan, kayak merusak tanaman gitu memang nggak boleh,” dia menambahkan.
Berdasarkan Peraturan Lokasi Kota Depok Nomor. 1 Tahun 2015 Tentang Ide Tata Ruang Area Kota Depok Tahun 2012 – 2032, Pasal 86 dan Pasal 102, meski masih tertutup Sebagai umum Pada proses revitalisasi, pengelola tetap Menyediakan izin terbatas Sebagai kegiatan Pembelajaran, seperti sekolah alam atau wawancara Studi, Bersama pendampingan ketat.
Tantangan Cuaca dan Satwa Liar
Pelestarian hutan perkotaan Berusaha Mengatasi berbagai tantangan yang signifikan. Imam menjelaskan bahwa salah satu hambatan terbesar yang dihadapi Bersama petugas adalah kerasnya Situasi cuaca ekstrem.
Angin kencang seringkali menyebabkan pohon-pohon tumbang, menghalangi akses Di area Di luar perimeter. Pada musim kemarau, potensi kebakaran yang dipicu Bersama puntung rokok atau kembang api menjadi ancaman serius.
“Tantangan saya yang terberat Di sini, cuaca. Di kala musim hujan seperti ini, angin, antisipasi. Dampaknya ya itu, tanaman tumbang, sempal Di batas luar pagar, Di jalan. Entah itu malam, siang, kan, pagi kita nggak tahu, itu aja sih sebenarnya dampaknya,” ujar Imam.
“Ya kalau musim kemarau, musim kemarau itu kita antisipasi Kebakaran. Iya, kemarau panjang tuh, pernah tuh kemarau panjang tuh, apalagi kemarau panjangnya dimasuk bulan-bulan kayak bulan-bulan tahun Mutakhir, terus bulan-bulan hari bulan Ramadhan gitu kan kayak petasan gitu kan,” dia menambahkan.
Untuk hal satwa liar, pengunjung dapat melihat berbagai hewan termasuk musang, tupai, berbagai jenis burung, dan reptil seperti ular dan kadal. Imam mengatakan Di Tahura Pancoran Mas tidak ada monyet.
Penyelesaian revitalisasi itu diharapkan segera rampung afar warga Depok dan Lokasi sekitarnya Sebagai menikmati ruang hijau perkotaan ini secara legal dan nyaman.
Siapkah traveler Menyaksikan transformasi Tahura Pancoran Mas?
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Bersiap Menjelajah Arena Permainan Outbond Di Singapura“
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menanti Revitalisasi Tahura Pancoran Mas, Depok: Punya Jogging Track-Wisata Pembelajaran












