Wisata  

143 Tahun Berdiri, Selamat Bersama 2 PD, Kini Balai Kota Limoges Hancur Dilalap Api



Jakarta –

Balai Kota Limoges, Prancis, telah berdiri Sebelum 1883 dan melewati dua Pertempuran Dunia. Bangunan bersejarah bergaya Neo-Renaissance itu kini rusak parah Sesudah dilalap api Di Unjuk Rasa ricuh Di Sabtu (17/10/2026).

Dilansir Reuters Di Senin (19/10/2026), kebakaran terjadi ketika Unjuk Rasa nasional Yang Berhubungan Bersama kenaikan biaya hidup berlangsung Ke sejumlah kota Ke Prancis. Warga yang berada Ke Disekitar lokasi Merasakan kobaran api melahap Pada atap balai kota.

Menara jam bangunan tersebut Malahan ikut runtuh Di kebakaran. Pemandangan itu mengingatkan warga Di kebakaran Katedral Notre-Dame Ke Paris Di 2019, ketika menara puncak atau spire bangunan ikonik tersebut juga runtuh dilalap api.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu menghancurkan hati saya. Saya seperti melihat Notre-Dame lagi, hanya saja kali ini yang terbakar adalah kota kami,” kata Francoise Faurie, warga yang Merasakan kebakaran tersebut.

Untuk Faurie, kerusakan itu terasa Lebihterus personal. Keluarganya Malahan dijadwalkan Melakukan pembaptisan cucunya Ke balai kota tersebut Disekitar sebulan lagi.

“Negeri seperti apa yang kita tinggali? Apa yang kita wariskan kepada anak-anak kita?” kata dia.

Menurutnya, Unjuk Rasa merupakan hak setiap warga, tetapi merusak bangunan bersejarah tidak dapat dibenarkan.

“Tak ada alasan Untuk menyentuh bangunan itu. Anda boleh Memiliki Permintaan dan punya hak Untuk berdemonstrasi, tetapi bukan hak Untuk melakukan Kekejaman,” ujar dia.

Balai Kota Limoges merupakan bangunan bersejarah yang dibuka Di 1883. Bangunan tersebut dirancang Bersama gaya Neo-Renaissance dan terinspirasi Bersama balai kota Paris.

Gedung itu juga tercatat sebagai monumen bersejarah dan Di lebih Bersama satu abad menjadi Pada penting Bersama lanskap pusat kota Limoges.

Salah satu ciri paling ikoniknya adalah menara jam dan menara lonceng yang menjulang Disekitar 43 meter Ke atas alun-alun Ke depannya. Akan Tetapi, sebagian besar bangunan tersebut kini Merasakan kerusakan berat.

Balai Kota Limoges Sebelumnya dilalap api. (Universal Images Group via Getty/Andia)

Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengatakan atap bangunan runtuh menimpa lantai-lantai Ke bawahnya. Hanya Pada sayap barat yang disebut masih bertahan, Sambil sebagian besar Pada luar bangunan telah hancur.

Barate menyebut kehancuran tersebut sebagai bencana Untuk warisan sejarah.

“Sekelompok orang yang beringas telah Bersama sengaja membakar bangunan berusia 143 tahun tersebut, yang sebagian besar atapnya runtuh Di unjuk rasa Di Sabtu,” katanya kepada stasiun Monitor LCI.

Wali Kota Limoges Guillaume Guerin mengatakan aparat setempat kewalahan Berjuang Bersama massa yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

Para pengunjuk rasa disebut memecahkan jendela dan menggunakan alat pendobrak Untuk membuka pintu utama balai kota Sebelumnya kebakaran terjadi. Guerin menilai serangan Pada bangunan tersebut bukan tindakan spontan.

“Pengiriman, organisasi, dan unsur kesengajaan Ke balik serangan Pada balai kota kemarin adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima,” kata dia.

Menurut Guerin, jumlah polisi tidak cukup Untuk melindungi balai kota Lantaran sebagian aparat nasional dikerahkan Untuk mengamankan Unjuk Rasa Ke jalan.

“Saya tidak Memiliki satu pun polisi nasional Untuk melindungi balai kota,” kata dia.

Dia menggambarkan Kepuasan Prancis Di ini sebagai situasi yang sangat buruk, termasuk Untuk kota-kota kecil Ke luar pusat pemerintahan.

Sehari Sesudah kebakaran, warga berkumpul Ke Disekitar balai kota Bersama langit yang kembali cerah. Para ahli mulai memeriksa tingkat kerusakan bangunan.

Edith Lorcen, seorang pensiunan perawat, mengaku terpukul melihat kerusakan tersebut. “Saya kesal. Saya terluka,” kata dia.

Akan Tetapi, ia tidak ingin kehancuran itu justru memicu kebencian Terbaru. “Ini tidak berarti kita harus menambah kebencian Ke atas kebencian,” kata dia.

(fem/fem)


Femi Diah


Femi Diah


Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 143 Tahun Berdiri, Selamat Bersama 2 PD, Kini Balai Kota Limoges Hancur Dilalap Api

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้