Jakarta –
Sebanyak 11 turis Asing diduga meninggalkan tagihan paket wisata Di Taman Nasional Komodo Setelahnya menyelesaikan perjalanan sehari Di Labuan Bajo. Sebab, sebuah agen perjalanan mengaku merugi hingga Rp 19 juta.
“Mereka Terbaru bayar Rp 1 juta, belum bayar Rp 19 juta,” kata korban bernama Ferdinand seusai membuat pengaduan Di Polres Manggarai Barat, Senin (21/9/2026) malam, dikutip Bersama detikBali.
Ferdinand mengatakan rombongan wisatawan itu keturunan India. Mereka berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS), Singapura, Malaysia, dan Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferdinand menjelaskan rombongan wisatawan tersebut berangkat Di TN Komodo menggunakan sebuah kapal cepat (speedboat). Mereka berangkat pagi hari dan kembali Di Labuan Bajo sore harinya.
Mereka Berkunjung Di spot-spot wisata Di TN Komodo dan sekitarnya, seperti Pulau Padar, Long Pink Beach, Manta Point, dan destinasi lain hingga Pulau Kelor Di luar TN Komodo. Justru, permintaan wisatawan Bagi Berkunjung Di Pulau Mawan Di TN Komodo juga dipenuhi.
Tetapi, seusai trip, turis tersebut tidak mau melunasi pembayaran paket wisata tersebut Bersama sejumlah alasan yang dinilai Ferdinand tidak masuk akal. Salah satunya Lantaran air laut Di pantai yang mereka datangi Untuk Situasi surut.
“Alasannya speedboat kecil, AC tidak tidak terlalu dingin, makannya Di kapal dan air laut surut,” kata Ferdinand.
Dia menilai alasan wisatawan itu mengada-ada. Sebab, Yang Terkait Bersama ukuran speedboat sudah disepakati Sebelumnya mereka membayar down payment (DP) Rp 1 juta.
Dia memastikan bahwa rombongan wisatawan itu telah Memperoleh penjelasan beberapa ukuran speedboat. Nah, tarif sewa berbeda-beda sesuai ukuran speedboat. Mereka memilih speedboat kecil Bersama harga paket wisata Rp 20 juta. Harga tersebut termasuk makan siang dan antar jemput pergi pulang hotel-pelabuhan.
“Mereka bilang apakah harga itu termasuk lunch (makan siang), saya bilang itu termasuk. Mereka Lalu minta nomor rekening dan kirim DP Rp 1 juta,” kata Ferdinand.
Dia Lalu memperlihatkan percakapan Lewat WhatsApp Bersama salah satu wisatawan tersebut.
Ferdinand biasanya meminta wisatawan membayar lunas Sebelumnya melakukan trip Di TN Komodo. Tetapi, Lantaran Situasi rombongan wisatawan itu lelah Di tiba Di pelabuhan, ia tidak langsung minta wisatawan itu melunasi pembayaran.
Ferdinand terkejut ketika turis tersebut menolak melunasi pembayaran seusai trip. Wisatawan tersebut mau membayar jika mereka diantar lagi Di TN Komodo besok. “Mereka minta kompensasi antar lagi Di pulau,” kata Ferdinand.
Ferdinand dan pemilik kapal menolak permintaan rombongan wisatawan tersebut. Tak ada titik temu, Ferdinand didampingi pemandu wisata dan pihak kapal mengadukan rombongan wisatawan itu Di Polres Manggarai Barat.
Polisi langsung bergerak Bersama mendatangi tempat penginapan wisatawan tersebut. Tetapi, mereka tidak bisa ditemui Lantaran sudah beristirahat. Setelahnya berkoordinasi Bersama Instruktur tempat penginapan mereka, polisi Berencana datang menemui wisatawan itu besok pagi.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 11 Turis Asing Nikmati Trip TN Komodo, Tagihan Rp 19 Juta Tak Dibayar











